Berita
Prabowo akan Sebar 330.000 Smart TV ke Sekolah
Presiden Prabowo Subianto merencanakan distribusi 330.000 unit smart TV ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
MPN Indonesia 16 September 2025 - Presiden Prabowo Subianto merencanakan distribusi 330.000 unit televisi pintar (smart TV) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia hingga akhir tahun ajaran 2025.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui teknologi.
Hingga saat ini, sebanyak 10.000 unit telah didistribusikan, dengan target 100.000 unit akan disalurkan pada November.
Dukung Pembelajaran Jarak Jauh
Prabowo menjelaskan bahwa perangkat ini akan mendukung pembelajaran jarak jauh, khususnya di daerah-daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga pengajar.
“Kita bisa long-distance education, tele-education, untuk membantu daerah-daerah terluar terpencil. Termasuk juga daerah-daerah di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, juga lokasi yang guru-gurunya kurang,” ujarnya saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Kamis (11/9).
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan menyeleksi guru-guru terbaik untuk menyampaikan materi dari studio jarak jauh.
“Mungkin 20-30 guru terbaik akan siaran dari studio jarak jauh. Jadi secara teoretis guru ini bisa bantu semua kelas di seluruh Indonesia,” kata Prabowo.
Total Anggaran Rp7,9 Triliun
Smart TV berukuran 75 inchi ini dilengkapi sistem operasi Android 13, memori 16 GB, dan sudah terintegrasi dengan platform Merdeka Mengajar.
Pemerintah menetapkan spesifikasi model 75WM61Fe dan menetapkan harga satuan Rp26 juta per unit. Total anggaran proyek mencapai Rp7,9 triliun.
Pengadaan dilakukan melalui penunjukan langsung, tanpa proses tender. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Dua produsen yang ditawarkan adalah Acer dan Hisense. Hisense terpilih karena harga yang lebih rendah serta tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 25 persen.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan bahwa distribusi dilakukan hanya kepada sekolah yang mengajukan permintaan melalui formulir resmi.
“Kalau ada yang mengatakan sekolah tidak meminta, tapi kok dikasih, itu mungkin ada kekeliruan dari yang mengirim,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada Kamis (11/9).
Pemerintah Pusat Bisa Pantau Pembelajaran
Prabowo menegaskan bahwa smart TV akan digunakan untuk menayangkan konten pembelajaran interaktif seperti animasi, serta dapat diakses oleh siswa dari perangkat lain, termasuk ponsel.
“Murid-murid yang nanti kurang ini, bisa ulangi lagi pelajaran, bisa ulangi dan itu bisa juga diakses dari handphone,” katanya.
Perangkat ini juga memungkinkan monitoring langsung terhadap kelas oleh pemerintah pusat.
“Smart TV ini interaktif, itu kamera juga, jadi saya dari pusat bisa lihat kelas yang enggak ada gurunya,” ujar Prabowo.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
