Berita
Presiden BEM Unisba Beberkan Kronologi Penembakan Gas Air Mata oleh Aparat
Kericuhan terjadi di sekitar area Universitas Islam Bandung (Unisba) pada Senin malam (1/9), sekitar pukul 23.30 WIB.
Jawa Barat, MPN Indonesia 3 September 2025 - Kericuhan terjadi di sekitar area Universitas Islam Bandung (Unisba) pada Senin malam (1/9), sekitar pukul 23.30 WIB, usai aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa.
Usai kejadian, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unisba, Kamal Rahmatullah, menjelaskan kronologi insiden kerusuhan tersebut.
Kronologi Kejadian
Menurut Kamal, saat itu massa aksi mahasiswa Unisba tengah berada di area sekitar Jalan Tamansari dan lingkungan kampus.
Namun, tiba-tiba segerombolan polisi dan TNI menyerang saat sejumlah mahasiswa sedang mengevakuasi peserta aksi yang terluka maupun mengalami sesak napas akibat gas air mata di depan Gedung DPRD pada sore hari.
“Tiba-tiba ada sekelompok atau segerombolan polisi dan TNI itu tiba-tiba menyerang begitu ke arah bawah, otomatis massa aksi yang dari atas itu berlarian ke dalam,” ujar Kamal dalam konferensi pers di Kampus Unisba pada Selasa (2/9).
Massa yang semula berada di luar kampus pun akhirnya mencari perlindungan dengan masuk ke dalam kampus. Menurut Kamal, tak ada massa selain massa aksi mahasiswa di sekitar kampus.
Gas air mata disebut ditembakkan oleh aparat di luar kampus, kurang lebih dua meter dari gerbang kampus.
Akibat insiden tersebut, BEM Unisba mencatat korban terdampak mencapai 10 hingga 20 orang.
Pemblokiran Jalan untuk Evakuasi
Kamal tak menampik bahwa ada pemblokiran jalan yang dilakukan oleh massa aksi. Namun ia mengatakan pemblokiran itu bukan untuk provokasi, melainkan sebagai upaya menjaga area kampus tetap steril.
Jalur tersebut difungsikan sebagai jalur evakuasi bagi mahasiswa yang terkena dampak gas air mata.
“Karena jalur evakuasi itu kawan-kawan rasa harus steril begitu karena agar mempercepat mobilitas daripada evakuasi untuk akhirnya bisa diambil dan diamankan di Unisba,” ujar Kamal.
Kamal juga membenarkan adanya lemparan bom molotov saat kericuhan, namun ia menyatakan tidak mengetahui siapa yang melakukan pelemparan tersebut.
“Kalau misalnya sepenglihatan memang ada, cuma itu di luar dari kampus Unisba,” katanya.
Penjelasan Versi Polda Jawa Barat
Sementara itu, Polda Jawa Barat melalui Kepala Bidang Humas, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa saat kejadian, aparat gabungan TNI-Polri tengah melakukan patroli berdasarkan laporan masyarakat dan intelijen.
Di lokasi Jalan Tamansari, mereka menemukan tumpukan batu dan kayu, pembakaran ban, dan kelompok berpakaian hitam yang diduga anarko.
Hendra menyebut kelompok tersebut memblokade jalan dan melakukan provokasi dari dalam kampus dengan melempar bom molotov ke arah kendaraan patroli Brimob.
“Tim kemudian menembakkan gas air mata di jalan raya yang kemudian tertiup angin ke parkiran Unisba,” jelas Hendra.
Ia mengklaim bahwa aparat tidak masuk ke dalam kampus dan tidak ada penembakan gas air mata yang diarahkan langsung ke dalam area kampus.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
