Connect with us

Berita

RI Teken MoU Kerja Sama Bisnis dengan Jepang, Tembus Rp3,2 Triliun

Indonesia dan Jepang sepakati MoU kerja sama bisnis senilai USD200,8 juta atau sekitar Rp3,2 triliun.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 13t153708.893
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan Jepang dalam Forum Bisnis Indonesia?Jepang di Osaka, Jepang, Rabu (11/6) | Gambar: Kemendag

MPN Indonesia 13 Juni 2025 - Pemerintah Indonesia dan Jepang menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama bisnis senilai USD200,8 juta atau sekitar Rp3,2 triliun dalam Forum Bisnis Indonesia–Jepang yang digelar di Osaka, Jepang, Rabu (11/6).

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti Widya Putri bersama Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Fajarini Puntodewi.

“Nilai MoU yang ditandatangani kali ini mencapai 200,8 juta dollar AS. Diharapkan kolaborasi dagang Indonesia–Jepang semakin kuat dan saling menguntungkan,” kata Roro, dikutip MPN Indonesia dari laman Kemendag.

Sepakati 13 Kerja Sama

Sebanyak 13 kesepakatan kerja sama ditandatangani oleh pelaku usaha kedua negara. Sektor-sektor yang tercakup meliputi produk kertas, pelet kayu, boga bahari (seafood), cokelat, dekorasi rotan, furnitur kayu, biji kopi, arang kayu, tenaga kerja, hingga pengembangan bisnis biomassa.

Roro menekankan posisi Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dengan ketahanan ekonomi yang kuat.

Pada kuartal I-2025, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,87 persen dan PDB senilai USD 4.900 pada tahun 2024.

Selain itu, realisasi investasi Indonesia pada 2024 meningkat 20,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hubungan RI-Jepang Berjalan Baik

Dalam konteks hubungan bilateral, kerja sama dagang antara Indonesia dan Jepang menunjukkan tren positif.

Ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang tumbuh rata-rata 8,8 persen dalam lima tahun terakhir (2020–2024).

Pada 2024, ekspor utama mencakup batu bara (15,8 persen), nikel (5,52 persen), dan konduktor elektrik (4,07 persen).

Di sisi lain, impor nonmigas dari Jepang ke Indonesia tumbuh sebesar 8,21 persen, dengan produk logam, kendaraan bermotor, dan tembaga sebagai komoditas utama.

Baca Juga:  Anak SMA yang Bunuh Diri di Jepang, Menimpa Seorang Wanita hingga Tewas

Kemendag melihat peluang besar dalam pengembangan kerja sama di sektor energi terbarukan dan produk berkelanjutan.

Pertemuan dengan Lembaga Penting Jepang

Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang, Roro juga melakukan pertemuan dengan sejumlah lembaga penting di Jepang.

Di antaranya adalah Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Japan–Indonesia Association (JAPINDA), ASEAN–Japan Centre (AJC), dan Chamber of Commerce and Industry (CCI) Jepang.

“Kami membahas tatanan ekonomi baru, pemanfaatan Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) oleh pelaku bisnis untuk peningkatan perdagangan, serta kolaborasi promosi investasi dan perdagangan,” ujar Roro.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas sejumlah isu spesifik yang menjadi perhatian pelaku usaha kedua negara.

Partisipasi di Expo Osaka 2025

Dirjen PEN Fajarini Puntodewi menjelaskan bahwa forum bisnis ini mengusung tema “Strengthening Synergy: Unlocking Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement for Sustainable Trade in New Economy Era”.

Forum ini menjadi bagian dari dukungan Kemendag dalam keikutsertaan Indonesia di Expo Osaka 2025, yang berlangsung pada 9–15 Juni.

Sebanyak 27 pelaku ekspor Indonesia dari sektor energi terbarukan, fesyen berkelanjutan, bahan bangunan, serta makanan dan minuman turut serta dalam forum bisnis.

Dari jumlah tersebut, 15 pelaku usaha juga berpartisipasi dalam pameran bergilir (rolling exhibition) di Paviliun Indonesia.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending