Connect with us

Berita

Sebanyak 81 Pekerja Migran Indonesia Korban TPPO asal Bangka Belitung Tertahan di Perbatasan Myanmar-Thailand

81 pekerja migran Indonesia asal Kepulauan Bangka Belitung tertahan di perbatasan Myanmar dan Thailand, tepatnya di wilayah Myawaddy.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 08t131415.229
81 Pekerja Migran Korban TPPO asal Bangka Belitung Tertahan di Perbatasan Myanmar-Thailand | Gambar: ilustrasi canva

Bangka Belitung, MPN Indonesia 9 Maret 2025 - Sebanyak 81 pekerja migran Indonesia asal Kepulauan Bangka Belitung saat ini tertahan di perbatasan Myanmar dan Thailand, tepatnya di wilayah Myawaddy.

Mereka diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah awalnya dijanjikan pekerjaan di negara lain.

Pemerintah setempat tengah berupaya memulangkan mereka dengan biaya yang diperkirakan mencapai Rp 27 juta per orang.

Upaya Pemulangan dan Koordinasi Pemerintah

Ketua DPRD Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya menyatakan bahwa pemulangan pekerja migran akan dilakukan secara bertahap.

Dari total 500 pekerja migran Indonesia yang berada di Myanmar, 81 orang di antaranya berasal dari Bangka Belitung.

“Pihak Kementerian menyampaikan bahwa kondisi mereka saat ini baik,” ujar Didit pada Jumat (7/3), dikutip MPN Indonesia dari Kompas. 

Saat ini, pemerintah daerah Bangka Belitung tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengatasi pembiayaan pemulangan.

Didit menekankan bahwa semua pihak harus bersatu untuk membantu para pekerja migran yang terjebak di daerah konflik.

“Warga Babel ini adalah saudara kita yang harus diselamatkan,” tegasnya.

Masyarakat Diminta Hati-Hati

Didit mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja dari agen tenaga kerja yang tidak resmi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, para pekerja migran awalnya dijanjikan pekerjaan di Malaysia, Thailand, atau Filipina, tetapi justru dibawa ke Myanmar.

“Waspadalah dan pastikan agen perekrut memiliki izin resmi,” tambah Didit.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Bangka Belitung, Elius Gani menambahkan bahwa banyak pekerja migran yang terjebak karena berangkat melalui jalur tidak resmi usai tergiur iming-iming gaji besar.

“Informasi dari mulut ke mulut kemudian berangkat. Ada yang sudah 10 bulan di sana. Laporannya memang ada sindikat judi online,” ujarnya.

Baca Juga:  Israel Ancam Tunda Gencatan Senjata jika Hamas Tak Segera Berikan Nama Sandera yang Dibebaskan

Dua Korban Berhasil Dipulangkan

DPRD dan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat proses pemulangan pekerja migran yang tersisa.

“Kami mohon keluarga korban bersabar. DPRD dan Pemprov Babel berupaya maksimal mencari solusi terbaik,” ujar Didit.

Dalam waktu dekat, pihak DPRD juga berencana mengundang keluarga korban untuk memberikan informasi lebih lanjut terkait kondisi dan perkembangan proses pemulangan agar mereka tidak merasa cemas.

Hingga saat ini, dua pekerja migran asal Bangka Belitung, Reza dan Yulian, telah berhasil dipulangkan dan tengah menjalani trauma healing di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus, Jakarta.

(AKM/NID/RAD)

Trending