Berita
Sekolah Rakyat Masuk Tahap Finalisasi, 1.554 Guru Telah Disiapkan
Program Sekolah Rakyat kini memasuki tahap finalisasi.
MPN Indonesia 13 Juni 2025 - Program Sekolah Rakyat kini memasuki tahap finalisasi. Sebanyak 1.554 guru telah disiapkan untuk mengajar di 100 titik sekolah, dengan target operasional dimulai pada Juli 2025.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan pendidikan nasional untuk memberikan layanan pendidikan formal bagi anak-anak dari keluarga miskin yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Bakal Tampung 10.000 Siswa
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa proses rekrutmen tenaga pendidik hampir rampung.
“Sekarang sudah dibuka untuk rekrutmen guru. Insya Allah nanti tanggal 23–24 (Juni) proses rekrutmen guru semua sudah selesai,” ujar Gus Ipul di Gedung Kemensos, Rabu (11/6).
Selain guru, Kemensos juga merekrut tenaga kependidikan lain seperti kepala asrama dan pamong.
Hingga saat ini, sebanyak 1.554 guru dan 53 kepala sekolah telah disiapkan. Angka ini masih dapat bertambah sesuai kebutuhan di 100 titik Sekolah Rakyat yang akan menampung sekitar 10.000 siswa.
“Hari ini sudah ada 100 titik yang menampung sekitar 10.000 siswa,” tegas Gus Ipul.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menambahkan bahwa seluruh aspek operasional Sekolah Rakyat kini dalam proses penyempurnaan.
“Satgas (Sekolah Rakyat) sedang melakukan finalisasi semua kebutuhan di dalam Sekolah Rakyat. Mulai dari kurikulum, guru, siswa, termasuk sarana-prasarana dan kebutuhan siswa,” ujarnya.
Kuota Sekolah Rakyat
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat sekaligus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009–2014, Prof. M. Nuh, menjelaskan bahwa tahun ini ditargetkan berdiri 100 sekolah yang dibagi dalam dua gelombang tahap pertama.
“Tahun ini 100, tentu tahun depan akan ada lagi. Dari 100 itu kita bagi dua tahap, semuanya tahap 1,” kata Nuh.
“Nanti ada yang persis Juli kita mulai, tapi sebagian nanti mungkin Agustus dan selanjutnya. Kita pastikan semuanya mulai tahun ini,” imbuhnya.
Rincian gelombang pertama meliputi 63 lokasi dengan 247 rombongan belajar (rombel) dan total 6.180 siswa.
Komposisinya adalah 3 rombel SD (75 siswa), 119 rombel SMP (2.800 siswa), dan 129 rombel SMA (3.305 siswa).
Sementara gelombang berikutnya, Tahap Ib, akan berlangsung di 37 lokasi dengan 145 rombel dan 3.600 siswa.
Ini terdiri dari 4 rombel SD (100 siswa), 53 rombel SMP (1.310 siswa), dan 88 rombel SMA (2.190 siswa). Total keseluruhan Tahap I mencapai 396 rombel dengan jumlah siswa 9.780 orang.
Pelatihan SDM dan Fasilitas Pendukung
Selain proses rekrutmen guru, pelatihan bagi kepala sekolah juga telah dimulai. Tujuannya adalah memperkuat peran mereka dalam menjalankan pendidikan berbasis pengasuhan dan keberdayaan di Sekolah Rakyat.
Kebutuhan siswa, mulai dari sepatu, seragam, alat tulis, hingga pakaian dalam, juga tengah dipersiapkan secara rinci.
Pengadaan dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Kemensos selalu bekerjasama dengan BPKP untuk memastikan baik dari sisi unit cost-nya maupun sisi teknis pengadaannya proper. Sesuai dengan aturan main,” jelas Nuh.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
