Connect with us

Berita

Sekolah Rakyat Mulai Diuji Coba di Bekasi dan Jakarta, 255 Siswa Ikuti Simulasi

Kemensos mulai uji coba Sekolah Rakyat di Jakarta dan Bekasi, siapkan pendidikan gratis dan karakter untuk anak dari keluarga miskin.

Logompn

Published

on

Sekolah rakyat mulai diuji coba di bekasi dan jakarta, 255 siswa ikuti simulasi
Sekolah Rakyat Mulai Diuji Coba di Bekasi dan Jakarta, 255 Siswa Ikuti Simulasi. Gambar : Dok. Kemensos

Jawa Barat, MPN Indonesia 10 Juli 2025 - Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar uji coba pelaksanaan Sekolah Rakyat di dua lokasi, yaitu Sentra Handayani Jakarta Timur dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, pada Rabu (9/7) dan Kamis (10/7). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan sebelum pembelajaran resmi dimulai pada 14 Juli 2025.

Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, berdasarkan Desil 1 dan 2 Data Terpadu Sejahtera Ekstrem Nasional (DTSEN).

Kebijakan ini merupakan bagian dari program pendidikan nasional Presiden Prabowo Subianto.

“Jadi hari ini kita melakukan simulasi untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan selama 24 jam penuh,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Sentra Handayani, Jakarta Timur, sebagaimana dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Kemensos, Kamis (10/7).

Kegiatan dan Fasilitas Siswa Selama Simulasi

Para siswa menjalani berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi, pembagian kamar, pemeriksaan kesehatan, hingga pemetaan bakat.

Mereka juga dikenalkan pada sistem pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) dan diberi pembekalan tata tertib.

Di Sentra Handayani, tercatat 75 siswa jenjang SMP mengikuti simulasi, sedangkan di STPL Bekasi ada 180 siswa jenjang SMA.

Semua siswa akan tinggal di asrama dan mengikuti pendidikan formal serta pembinaan karakter secara gratis.

Fasilitas yang disediakan mencakup tempat tinggal, makanan, perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, alat tulis, serta perlengkapan kebersihan diri.

Satu kamar diisi empat siswa dan dilengkapi kipas angin, meja belajar, lemari, dan tempat tidur tingkat.

Gedung asrama terpisah untuk siswa putra dan putri, masing-masing tiga lantai, serta tersedia lapangan dan ruang kelas.

Baca Juga:  Prabowo Beri Pengarahan Ribuan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di JIExpo

Pemeriksaan Kesehatan dan Pemetaan Bakat

Simulasi juga mencakup pemeriksaan kesehatan seperti cek gigi, mata, telinga, tinggi badan, dan tekanan darah.

“Kalau ada (siswa) yang terdeteksi memiliki penyakit menular, nanti pada dasarnya ditindaklanjuti terlebih dahulu,” kata Gus Ipul.

Selain itu, dilakukan pemetaan bakat menggunakan aplikasi Talent DNA dari Ary Ginanjar, pendiri ESQ Corp.

“Tes ini adalah semacam aplikasi untuk mengetahui kemampuan siswa dengan AI yang sudah dilatih,” jelas Gus Ipul.

Pendidikan Karakter di Sekolah Rakyat

Pendidikan di Sekolah Rakyat tak hanya mencakup pelajaran akademik, tapi juga penguatan karakter.

Di malam hari, siswa mendapat pembelajaran nilai-nilai agama, kepemimpinan, dan keterampilan hidup.

Rencana Pelaksanaan Nasional

Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026 akan dimulai di 100 lokasi rintisan. Sebanyak 63 lokasi akan mulai pada 14 Juli, sedangkan 37 sisanya pada akhir Juli.

Tiga lokasi di Jakarta yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 126/HUK/2025 adalah:

  • Sentra Handayani
  • Sentra Mulya Jaya
  • Pusdiklatbangprof Kemensos Margaguna

Di Jawa Barat, terdapat 13 lokasi rintisan, antara lain:

  • STPL Bekasi
  • Sentra Phalamarta Sukabumi
  • Sentra Abiyoso Cimahi
  • PSBR UPT Dinas Sosial Cibabat
  • Sentra Wyataguna Bandung 1 (Padjajaran)
  • Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung
  • Sentra Galih Pakuan Bogor
  • Sentra Terpadu Inten Soeweno Cibinong
  • SMPN 18 Kota Cirebon
  • BBPPKS Bandung Lembang
  • Sentra Wyataguna Bandung 2 (Cisarua)
  • UPTD BLK Sumedang
  • Gedung KONI dan Wisma Atlet Si Jalak Harupat

Rencananya, program ini akan diperluas hingga 200 lokasi dengan memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kementerian Ketenagakerjaan.

Targetnya, lebih dari 20.000 siswa dari keluarga miskin mendapatkan pendidikan dan penguatan karakter secara gratis.

(AKM/NID/RAD)

Trending