Connect with us

Berita

100 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi Penuh Awal Agustus 2025

Gus Ipul pastikan 100 Sekolah Rakyat beroperasi penuh awal Agustus. Program ini jadi langkah konkret tangani kemiskinan lewat akses pendidikan.

Logompn

Published

on

100 sekolah rakyat siap beroperasi penuh awal agustus 2025
Menko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Sosial Gus Ipul dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Jakarta, Selasa (8/7). Gambar : Dok. Kemensos

MPN Indonesia 10 Juli 2025 - Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memastikan program Sekolah Rakyat akan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Sebanyak 100 titik Sekolah Rakyat dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada awal Agustus 2025.

“Jadi Insya Allah awal Agustus target 100 Sekolah Rakyat sudah berjalan penuh,” ujar Gus Ipul usai mengikuti Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar di Jakarta, Selasa (8/7).

Dari total tersebut, 63 titik akan memulai kegiatan pada pertengahan Juli, sementara 37 sisanya dijadwalkan menyusul pada akhir bulan.

9.700 Siswa Telah Terdaftar

Dalam rapat tersebut, hadir juga Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dan perwakilan dari 17 kementerian/lembaga lainnya.

Gus Ipul menyebutkan bahwa sebanyak 9.700 siswa telah terdaftar sebagai peserta angkatan pertama.

Seluruh siswa akan menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan belajar.

“Kalau ada yang sakit, sesuai arahan Presiden, harus dibantu sampai sembuh. Setelah itu baru belajar,” tegasnya.

Strategi Pendidikan untuk Putuskan Rantai Kemiskinan

Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kebijakan pendidikan nasional yang dirancang untuk membuka akses pendidikan formal bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Tujuannya adalah memutus rantai kemiskinan antar generasi melalui intervensi berbasis pendidikan.

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa program ini merupakan strategi utama pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga 0% pada 2026, serta angka kemiskinan umum menjadi 4,5% pada 2029.

Baca Juga:  Bertemu Luhut, Mensos Gus Ipul Bahas Digitalisasi Bansos

“Salah satu langkah konkret kita memotong rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan, makanya Sekolah Rakyat ini harus kita dorong bersama-sama agar berjalan cepat dan efektif,” ujar Muhaimin.

Pembangunan Fasilitas Permanen dan Masa Orientasi

Pemerintah juga merencanakan pembangunan fasilitas permanen Sekolah Rakyat mulai tahun ini.

Setiap kabupaten dan kota ditargetkan memiliki minimal satu Sekolah Rakyat yang berfungsi sebagai pusat pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Pada tahap awal, seluruh siswa, guru, dan tenaga pendidik akan mengikuti masa orientasi yang lebih panjang karena sekolah-sekolah ini masih berstatus rintisan.

Data BPS: 4,1 Juta Anak Belum Sekolah

Data terbaru dari BPS menunjukkan bahwa hingga 25 Juni 2025 terdapat sekitar 422 ribu anak usia sekolah dari keluarga miskin ekstrem (desil 1) yang belum bersekolah atau putus sekolah.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan, “Total anak usia 7–18 tahun di Indonesia yang belum sekolah atau tidak sekolah lagi sekitar 4,1 juta orang, atau sekitar 7%. Ini jadi basis penting mengapa Sekolah Rakyat sangat tepat sasaran.”

Ia juga menyoroti kaitan erat antara tingkat pendidikan kepala keluarga dengan kesejahteraan rumah tangga.

“Mayoritas kepala keluarga miskin ekstrem hanya tamat SD atau bahkan tidak lulus SD. Jadi intervensi pendidikan seperti ini adalah jalan paling masuk akal memutus siklus kemiskinan,” jelas Amalia.

Harapan Gus Ipul

Gus Ipul menyampaikan harapannya agar seluruh pihak memberikan dukungan terhadap program ini.

“Mohon doa dan dukungan semua pihak supaya program ini berjalan lancar, hingga nanti dapat diresmikan langsung oleh Bapak Presiden,” ungkapnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending