Connect with us

Berita

Soroti Kesehatan Mental Anak Muda, Menkes: Jangan Berambisi di Luar Kemampuan

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyoroti meningkatnya kasus gangguan mental pada anak muda akibat tekanan sosial, ambisi berlebihan, dan pengaruh media sosial.

Logompn

Published

on

Soroti kesehatan mental anak muda, menkes jangan berambisi di luar kemampuan
Ilustrasi Kesehatan Mental. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 16 November 2025 - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyoroti meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental di kalangan anak muda.

Ia menilai, kondisi seperti kecemasan (anxiety) dan depresi semakin marak akibat tekanan sosial dan ambisi yang tidak realistis.

Hal ini disampaikan Budi dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional dan konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, pada Rabu (12/11).

Menkes Ingatkan Anak Muda Tidak Memaksakan Ambisi

Dalam pernyataannya, Budi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan mental dengan tidak memaksakan ambisi di luar batas kemampuan diri.

“Dan gimana caranya supaya kita mencegah, karena itu tadi kan menjaga hidup sehat, mental penting. Itu pikirannya harus dijaga. Jangan terlalu stres, jangan terlalu memiliki ambisi yang besar yang di luar kemampuan kita,” ujar Budi.

Ia juga mengimbau agar generasi muda tidak terlalu membebani diri dengan hal-hal yang sulit diselesaikan.

Menurutnya, menjaga ketenangan batin melalui doa dan meditasi dapat membantu menguatkan kondisi mental.

Menkes menegaskan bahwa pikiran yang sehat merupakan fondasi utama dari kesehatan mental.

Ia menambahkan, banyak anak muda tidak menyadari bahwa mereka mengalami kecemasan atau depresi akibat tekanan untuk menjadi sempurna serta fobia sosial yang diperparah oleh pengaruh media sosial.

“Gimana caranya supaya kita mencegah, karena itu tadi kan menjaga hidup sehat, mental penting. Itu pikirannya harus dijaga,” ucap Budi.

Pendekatan Luas Diperlukan dalam Penanganan Kesehatan Mental

Menurut Budi, penanganan gangguan kesehatan mental tidak bisa hanya mengandalkan fasilitas medis.

Diperlukan pula pendekatan spiritual, sosial, dan pola pikir yang lebih menyeluruh.

Baca Juga:  Dampak Positif Lakukan Refleksi Akhir Tahun dan Manfaatnya bagi Tujuan Hidup

“Jangan terlalu banyak dipikirin juga kalau susah. Dan yang penting harus rajin berdoa. Harus rajin meditasi. Karena itu nanti akan membantu kita agar kondisi mentalnya baik-baik,” jelasnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) disebut terus memperkuat layanan skrining kesehatan mental di tingkat Puskesmas.

Namun, Budi menegaskan bahwa kesadaran individu tetap menjadi benteng pertahanan pertama dalam menjaga kesehatan mental.

Ia menilai, mengelola ambisi dan ekspektasi sejak dini dapat membantu menghindari tekanan berlebih yang berujung pada stres.

Tekanan Sosial dan Media Jadi Pemicu Gangguan Mental

Fenomena meningkatnya gangguan mental di kalangan anak muda menjadi perhatian khusus pemerintah.

Banyak kasus muncul karena standar kesuksesan yang tinggi, kompetisi sosial, serta ketakutan akan kegagalan.

Budi menjelaskan, faktor-faktor tersebut sering kali menimbulkan kecemasan berlebihan bahkan depresi, terutama di tengah derasnya arus informasi dan ekspektasi sosial yang semakin meningkat.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending