Connect with us

Berita

Fasilitas Umum Rusak, Pengelola Pastikan Koin Jagat Tak Ada Lagi di Kawasan GBK

Fenomena berburu koin Jagat berujung pada kerusakan fasilitas umum di GBK. Pengelola meminta aplikasi menghapus lokasi tersebut dari peta permainan.

Actress 1299250

Published

on

Fasilitas Umum Rusak, Pengelola Pastikan Koin Jagat Tak Ada Lagi di Kawasan GBK
Fasilitas Umum Rusak, Pengelola Pastikan Koin Jagat Tak Ada Lagi di Kawasan GBK. Gambar: Dok. Sekretariat Negara

MPN Indonesia 15 Januari 2025 - Aktivitas berburu koin dalam aplikasi Jagat menjadi perhatian setelah sejumlah fasilitas umum di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, mengalami kerusakan.

Kejadian ini memicu tindakan tegas dari pengelola GBK dan pihak pengembang aplikasi untuk menghentikan kegiatan berburu koin di area tersebut.

Kerusakan Fasilitas di GBK Akibat Berburu Koin

Permainan berbasis teknologi peta digital ini memungkinkan pengguna berburu koin virtual yang dapat ditukar dengan uang atau hadiah.

Namun, aktivitas tersebut dinilai merugikan karena mengakibatkan kerusakan infrastruktur seperti paving block, taman, tiang lampu, dan fasilitas lainnya.

Direktur Umum Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK), Hadi Sulistia, menyebutkan bahwa kerusakan tersebut disebabkan oleh perilaku pengguna aplikasi yang tidak bertanggung jawab.

“Pencarian koin mengakibatkan kerusakan fisik sarana dan prasarana di dalam kawasan GBK,” ujar Hadi pada Minggu (12/1).

Sebagai tanggapan, pihak pengelola GBK meminta pengembang aplikasi Jagat untuk menghapus kawasan GBK dari daftar lokasi berburu koin.

Permintaan ini langsung ditindaklanjuti oleh pihak aplikasi dengan mengumumkan penghapusan lokasi tersebut melalui media sosial resmi mereka pada Senin (13/1).

Dalam pengumuman tersebut, aplikasi Jagat juga mengimbau para pengguna untuk menjaga fasilitas umum dan melakukan aktivitas berburu koin secara bertanggung jawab.

Langkah Pengelola GBK dan Pengembang Aplikasi

Pengelola GBK menegaskan bahwa kawasan tersebut tetap terbuka untuk kegiatan masyarakat, seperti olahraga dan aktivitas lainnya, selama tidak merusak fasilitas.

Hadi juga menyoroti bahwa aktivitas berburu koin sebelumnya dilakukan tanpa koordinasi atau izin dari pihak GBK, sehingga menimbulkan dampak sosial dan lingkungan di lokasi tersebut.

Baca Juga:  Baznas Alokasikan Dana Rp750 Miliar untuk Bangun Fasilitas Umum di Gaza

“Kami sangat berkeberatan dengan kejadian pencarian koin dari aplikasi tersebut di seluruh kawasan GBK,” lanjut Hadi.

Di Bandung, kerusakan fasilitas umum akibat aktivitas serupa juga memicu tanggapan serius dari pemerintah setempat.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman (DPKP) Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, menyatakan bahwa pengembang aplikasi turut bertanggung jawab atas kerusakan taman kota, termasuk di Taman Tegalega.

Ia meminta pihak aplikasi menghentikan operasional sementara hingga proses perbaikan selesai.

Upaya Perbaikan dan Solusi

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak aplikasi Jagat menyatakan kesediaan untuk memperbaiki kerusakan tanpa meminta dana tambahan, melainkan melalui aksi nyata di lapangan.

Selain itu, Rizki mengusulkan agar konsep permainan dalam aplikasi tersebut diubah menjadi lebih edukatif dengan mengintegrasikan unsur sejarah dan pelestarian ruang publik.

“Masyarakat tidak akan merusak kalau tidak ada aplikasinya. Jadi mereka harus ikut memperbaiki,” ujar Rizki.

Pengembang aplikasi juga menegaskan melalui media sosial bahwa lokasi koin tidak akan ditempatkan di area yang berisiko atau membutuhkan tindakan merusak, seperti menggali tanah atau memanjat pagar.

Selain itu, pengguna diimbau untuk menjaga sopan santun dan tidak mengganggu warga sekitar saat berburu koin.

Permainan Koin Jagat yang tengah viral menawarkan hadiah menarik berupa uang tunai hingga jutaan rupiah.

Popularitas ini menarik banyak pengguna, tetapi juga memunculkan isu lingkungan sosial, terutama terkait kerusakan fasilitas umum di area publik seperti taman dan alun-alun.

Trending