Connect with us

Sosial

Sepanjang 2025, Jakarta Timur Catat 285 Kasus Demam Berdarah

Jakarta Timur mencatat 285 kasus DBD sepanjang 2025. Pemkot gencarkan program 3M Plus untuk menekan penyebaran nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD.

Logompn

Published

on

Jakarta timur catat 285 kasus dbd di 2025, pasar rebo masuk zona rawan
Jakarta Timur Catat 285 Kasus DBD di 2025, Pasar Rebo Masuk Zona Rawan. Gambar: MPN Indonesia/Arie

MPN Indonesia 14 Maret 2025 - Jakarta Timur mencatat sebanyak 285 kasus demam berdarah (DBD) sepanjang 2025. Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur terus berupaya menekan angka kasus melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Salah satu kecamatan yang masuk dalam kategori rawan adalah Pasar Rebo, yang memiliki banyak area terbuka dengan pepohonan lebat.

Kasus DBD di wilayah ini dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, termasuk keberadaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan area militer.

Kasudin Kesehatan Jakarta Timur, Herwin Meifendy, menekankan pentingnya penerapan strategi 3M Plus guna menekan penyebaran nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama penularan DBD.

Kasus Tertinggi Tercatat pada Januari 2025

Sepanjang 2025, Jakarta Timur mencatat peningkatan kasus DBD dengan rincian 133 kasus pada Januari, 113 kasus di Februari, dan 39 kasus hingga Rabu (12/3) di bulan Maret.

Lonjakan signifikan terjadi dalam dua minggu terakhir di beberapa kecamatan, seperti Ciracas, Pulogadung, dan Cakung.

Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat total 1.416 pasien demam berdarah dari Januari hingga 9 Maret 2025.

Tren mingguan kasus DBD dari minggu pertama hingga minggu kesembilan menunjukkan pola fluktuatif, meskipun secara umum tetap tinggi.

Pasar Rebo Masuk Zona Rawan DBD

Salah satu daerah yang masuk dalam zona rawan adalah Kecamatan Pasar Rebo.

Menurut Herwin Meifendy, banyaknya area terbuka yang dipenuhi pepohonan di sekitar TPU serta kawasan militer seperti Kopassus menjadi faktor utama tingginya kasus DBD di wilayah ini.

“Pasar Rebo ini bisa dibilang sudah banyak pepohonan, hutan, terutama di daerah area-area terbuka, misalkan di dekat TPU, kemudian di tempat-tempat militer seperti itu, di dekat Kopassus, itu masih banyak faktor-faktor dari DBD itu,” jelas Herwin, kepada MPN Indonesia, pada Jumat (14/3).

Baca Juga:  Viral Manusia Silver Minta Uang Sambil Todong Pisau, Ngaku Diperintah Orang

Sebagai daerah endemis, Jakarta terus mengalami kasus DBD setiap tahun. Kondisi ini diperparah oleh faktor cuaca yang memengaruhi perkembangbiakan nyamuk.

Oleh karena itu, Pemkot Jakarta Timur mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan melalui penerapan 3M Plus secara konsisten.

Pencegahan Melalui 3M Plus

Untuk menekan angka kasus DBD di Jakarta Timur, pemerintah menggalakkan gerakan 3M Plus. Program ini mencakup:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin
  • Menutup wadah penyimpanan air agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk
  • Mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan

Selain itu, strategi tambahan dalam program ini adalah gerakan “satu rumah satu juru pemantau jentik” atau jumantik yang bertugas memantau perkembangan jentik nyamuk secara berkesinambungan.

Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk aktif dalam program pencegahan ini guna mengurangi risiko penyebaran demam berdarah di wilayah Jakarta Timur.

(AKM/NID/RAD)

Trending