Connect with us

Berita

Tak Perlu Screening, Jakarta Terbuka untuk Pendatang usai Lebaran

Pramono Anung menegaskan Jakarta tetap terbuka bagi pendatang baru pasca Idulfitri 2026 tanpa operasi yustisi atau penyaringan.

Logompn

Published

on

Tak Perlu Screening, Jakarta Terbuka untuk Pendatang usai Lebaran
Jakarta Terbuka untuk Pendatang usai Lebaran. Gambar: Dok. Jakarta

MPN Indonesia 8 Maret 2026 - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Jakarta tetap terbuka bagi pendatang baru setelah perayaan Idul Fitri 2026.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan menerapkan operasi yustisi maupun screening terhadap warga dari luar daerah yang datang ke Ibu Kota.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Pramono saat ditemui di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Sabtu (7/3).

“Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun. Sehingga saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan yustisi ataupun screening untuk itu. Jadi Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja,” ujar Pramono kepada wartawan.

Kebijakan ini menegaskan bahwa tidak ada penyaringan khusus pascalebaran 2026, baik berupa pemeriksaan administratif maupun pemeriksaan lapangan terhadap para pendatang.

Pramono menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil agar masyarakat dari berbagai daerah tetap memiliki peluang bekerja di Jakarta, meskipun situasi global saat ini dinilai penuh ketidakpastian.

Antisipasi Harga Bahan Pokok

Meskipun tidak menerapkan penyaringan atau razia khusus, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan sejumlah persiapan untuk menghadapi Ramadan dan Lebaran 2026.

Fokus utama disiapkan pada aspek ketersediaan bahan pokok demi menjamin stabilitas pasokan dan harga pangan selama periode tersebut.

“Jakarta sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan utama seperti beras, daging, cabai merah, cabai keriting, dan sebagainya,” kata Pramono.

Ia juga memastikan bahwa stok pangan di Jakarta dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Stok di Jakarta aman, lebih dari cukup. Mudah-mudahan tidak terjadi kenaikan yang signifikan. Saya meyakini ini karena stoknya memang berlebih,” tambahnya.

Waspadai Situasi Global

Meski Jakarta terbuka dan lapangan kerja masih tersedia, Pramono mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika global yang dapat berdampak pada kondisi ekonomi nasional dan lokal.

Baca Juga:  Curah Hujan Tinggi, BMKG Prediksi Banjir Besar Akan Landa Jakarta Akhir Desember

Ia menyinggung konflik bersenjata yang masih berlangsung di sejumlah kawasan dunia sebagai faktor ketidakpastian yang harus diperhatikan.

“Ruang untuk bekerja di Jakarta juga terbuka. Tetapi memang dalam kondisi dunia yang seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana, Ukraina, Rusia, sekarang di Timur Tengah ada Israel dengan Amerika dan juga dengan Iran, menurut saya kita harus penuh kehati-hatian,” ungkapnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending