Connect with us

Berita

Tolak Penutupan TPA Suwung, Kantor Gubernur Bali Lumpuh Dikepung Ratusan Truk Sampah

Ratusan truk sampah dari Forum Swakelola Sampah Bali mengepung Kantor Gubernur Bali di Renon, Denpasar, menolak penutupan TPA Suwung meski ditunda hingga 2026.

Logompn

Published

on

Tolak penutupan tpa suwung, kantor gubernur bali lumpuh dikepung ratusan truk sampah
Ilustrasi Truk Sampah. Gambar: Ilustrasi Canva

Bali, MPN Indonesia 25 Desember 2025 - Ratusan truk sampah dari Forum Swakelola Sampah Bali mengepung Kantor Gubernur Bali di kawasan Civic Center Renon, Denpasar, Selasa (23/12).

Aksi tersebut menyebabkan aktivitas pemerintahan lumpuh selama kurang lebih tiga jam akibat kemacetan parah dan bau menyengat dari ribuan ton sampah yang dibawa massa aksi.

Sejak sekitar pukul 10.41 Wita, sekitar 400 hingga lebih dari 500 truk sampah memarkirkan armadanya di sepanjang Jalan Basuki Rahmat dan kawasan depan Kantor Gubernur Bali.

“Lebih 500 truk,” ujar salah satu koordinasi lapangan aksi, dikutip MPN Indonesia dari detikBali, Kamis (25/12)

Barisan truk menempati dua jalur jalan berlawanan arah, membentang dari sisi barat depan Kantor DPRD Bali hingga sisi timur depan Kantor Dinas Kebudayaan, Kantor PPLH Regio Bali Nusra, serta area sekitarnya.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Suwung yang melayani wilayah Denpasar dan Badung.

Meski penutupan TPA Suwung telah ditunda hingga 28 Februari 2026, massa tetap menggelar aksi dengan membawa sekitar 2.000 ton sampah.

Kondisi ini membuat kawasan pusat pemerintahan berubah menjadi area darurat sampah, disertai genangan cairan lindi di sejumlah titik jalan.

Aksi Forum Swakelola Sampah Bali di Renon

Selama aksi berlangsung, lebih dari 600 anggota Forum Swakelola Sampah Bali turun dari truk dan berkumpul di depan gerbang Kantor Gubernur Bali.

Mereka membawa spanduk tuntutan dan replika sampah sebagai simbol kondisi darurat pengelolaan sampah di Bali.

Aroma menyengat dari muatan sampah serta cairan lindi yang tumpah ke aspal memperparah kondisi lingkungan dan menghambat arus lalu lintas di kawasan Renon.

Baca Juga:  HP Pasangan Suami-Istri di Serpong Jatuh ke Danau saat Selfie, Damkar Turun Tangan

Ketua Forum Swakelola Sampah Bali, I Wayan Suarta, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan respons atas rencana penutupan TPA Suwung yang dinilai belum disertai solusi pengganti.

Ia menyatakan pemerintah memiliki kewajiban menjamin pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, termasuk dukungan pembiayaan melalui APBN dan APBD.

Forum Swakelola Sampah Bali juga meminta penutupan TPA Suwung ditunda hingga tersedia alternatif pengolahan sampah, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah.

Selain itu, massa menyoroti kondisi akses jalan menuju TPA yang rusak serta perlunya pengaturan keluar masuk armada sampah agar lebih tertib.

Dialog dengan Pemerintah Provinsi Bali

Aksi tersebut diterima oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali, I Made Rentin, yang menemui massa untuk berdialog di lokasi.

Ia menjelaskan bahwa penutupan TPA Suwung telah diundur sesuai surat dari Menteri Lingkungan Hidup.

Penundaan dilakukan hingga 28 Februari 2026 sambil pemerintah melakukan pembenahan infrastruktur dan sistem pengelolaan sampah.

Penundaan penutupan TPA Suwung dilakukan setelah Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengirimkan surat resmi kepada Gubernur Bali, Bupati Badung, dan Wali Kota Denpasar.

Setelah dialog berlangsung, massa aksi akhirnya membubarkan diri. Kawasan sekitar Kantor Gubernur Bali masih menyisakan genangan cairan lindi dan bau menyengat di jalanan.

(AKM/NID/RAD)

Trending