Berita
Universitas Mercu Buana Motivasi Siswa SMAN 63 Jakarta untuk Berani Tampilkan Karya di Dunia Digital
Enam mahasiswa Universitas Mercu Buana menggelar seminar “Dari Ragu Jadi Berani: Membangun Karya di Media Sosial” di SMAN 63 Jakarta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berkarya melalui platform digital.
MPN Indonesia 28 November 2025 - Enam mahasiswa Universitas Mercu Buana Jakarta menggelar seminar edukasi bertema “Dari Ragu Jadi Berani: Membangun Karya di Media Sosial” di SMAN 63 Jakarta, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat (21/11).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas praktik pengabdian masyarakat dalam program Mata Kuliah Peduli Negeri.
Seminar tersebut bertujuan mendorong para siswa untuk lebih percaya diri menampilkan karya di media sosial melalui pemahaman tentang konten digital dan pengembangan keterampilan kreatif.
Mahasiswa Universitas Mercu Buana membagikan pengalaman dan ilmu yang mereka pelajari baik di dunia akademik maupun profesional.
Pelaksana kegiatan terdiri dari enam mahasiswa, yaitu Vico Timotius sebagai ketua pelaksana, Ananda Farid, Nabila Suzanna, Diana Fitria, Fadhilatul Ridho, dan Muhammad Dzaki.
Seminar ini juga menjadi wujud kolaborasi antara Universitas Mercu Buana dan SMAN 63 Jakarta dalam mengedukasi siswa mengenai penggunaan platform digital secara positif.
Rangkaian Kegiatan Seminar

Acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan sesi pre-test yang dipandu Vico Timotius saat siswa memasuki ruang auditorium visual.
Sambutan pembukaan dilakukan oleh Nabila Suzanna sebagai MC, disusul oleh dosen pembimbing Mata Kuliah Peduli Negeri, Ibu Yuliawati, S.Sos, M.Ikom, serta perwakilan SMAN 63 Jakarta, Ibu Marliya Yusdarti, S.Pd, M.M.
Vico membuka sesi materi dengan pertanyaan interaktif “Ada yang pernah buat konten?” kepada para siswa.
Fadhilatul Ridho kemudian membawakan materi mengenai permasalahan dan kendala dalam membuat konten media sosial.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Nabila Suzanna yang membahas fakta dan data terkait tantangan konten digital di Indonesia.
Muhammad Dzaki memberikan pemaparan tentang tips dan trik membuat konten, sementara Diana Fitria menjelaskan manfaat pembuatan konten, termasuk pengembangan skill dan peluang kerja di masa depan.
Materi ditutup oleh Ananda Farid yang membagikan pengalaman nyata dalam membuat konten TikTok. Dokumentasi kegiatan dilakukan oleh Fadhilatul Ridho dan Diana Fitria.
Penutupan dan Interaksi dengan Peserta
Usai seluruh materi disampaikan, siswa mengikuti kuis interaktif menggunakan platform Mentimeter untuk mengukur pemahaman mereka.
Peserta yang menjawab dengan benar mendapatkan hadiah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada pihak SMAN 63 Jakarta dan Ibu Yuliawati, serta penyerahan plakat kepada SMAN 63 yang diterima oleh Ibu Marliya.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi foto dan video bersama sebelum para siswa kembali melanjutkan aktivitas belajar.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
