Connect with us

Berita

Jembatan di Lubuk Aluang Padang Pariaman Ambruk, Pemotor Ibu-Anak Terpeleset ke Sungai

Jembatan Koto Buruak di Kecamatan Lubuk Aluang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, ambruk pada Kamis (27/11) sekitar pukul 09.00 WIB.

Logompn

Published

on

Jembatan di lubuk aluang padang pariaman ambruk
Jembatan di Lubuk Aluang Padang Pariaman Ambruk | Gambar: Kolase TikTok/@kanggosip07

Sumatera Barat, MPN Indonesia 28 November 2025 - Jembatan Koto Buruak di Kecamatan Lubuk Aluang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, ambruk pada Kamis (27/11) sekitar pukul 09.00 WIB.

Peristiwa ini terjadi akibat meningkatnya debit air sungai setelah cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut sejak sepekan terakhir.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengungkap pada saat kejadian, seorang ibu berusia 52 tahun bersama anaknya jatuh ke sungai bersamaan dengan ambruknya jembatan.

“Jembatan Koto Buruak baru saja putus. Innalilahi wa innailaihi raji’un, ketika jembatan ini putus ada seorang ibu yang mengendarai sepeda motor bersama anaknya jatuh bersama jembatan,” katanya di Lubuk Aluang, Kamis.

Anak korban berhasil ditemukan dan tengah menjalani perawatan medis, sementara sang ibu masih dalam pencarian.

Infrastruktur Vital Terputus Akibat Cuaca Ekstrem

Diketahui, jembatan Koto Buruak sepanjang 185 meter ini sebelumnya direncanakan sebagai jalur lingkar atau jalur alternatif yang menghubungkan Kota Bukittinggi dengan Kota Padang.

Rute ini disiapkan untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di ruas jalan nasional dari Kecamatan 2×11 Enam Lingkung hingga Kecamatan Batang Anai, khususnya saat musim libur Lebaran.

Meskipun proyek jalur lingkar ini belum terealisasi penuh, jembatan tersebut telah menjadi infrastruktur vital bagi masyarakat Padang Pariaman karena mempermudah akses warga menuju pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi.

Pemerintah Keluarkan Status Tanggap Darurat

Cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat (21/11) di wilayah Padang Pariaman memicu berbagai bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di sejumlah titik.

Kejadian ini menyebabkan ribuan warga di Kecamatan Lubuk Aluang terancam terisolasi.

Baca Juga:  Usai Dihujat Netizen, Dua Anak Sidoarjo Jemput Ibu dari Panti Jompo

Kondisi diperparah dengan ambruknya Jembatan Kayu Gadang pada tahun 2023 yang juga disebabkan oleh cuaca ekstrem.

Meski masih ada akses alternatif melalui Kecamatan Batang Anai, jalan yang dilalui masih tergolong jauh.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman pun menetapkan status tanggap darurat bencana sebagai respons atas kondisi tersebut.

“Semua personel terkait harus bergerak cepat, fokus pada keselamatan warga dan penanganan darurat,” ujar John di Parik Malintang.

Penetapan status darurat ini diambil setelah pemerintah daerah melakukan kajian mendalam mengenai dampak bencana, keterbatasan sumber daya lokal, serta rekomendasi dari BPBD Padang Pariaman.

John juga menyatakan pihaknya membutuhkan bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat, tidak hanya dalam penanganan bencana tetapi juga untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, mengingat keterbatasan anggaran daerah.

(AKM/NID/RAD)

Trending