Connect with us

Viral

BKSDA Kerahkan Gajah-gajah untuk Bantu Bersihkan Kayu Gelondongan Pasca Banjir Aceh

Empat gajah dari PLG Sare diturunkan di Pidie Jaya untuk menarik kayu gelondongan dan material berat pascabanjir bandang.

Logompn

Published

on

Bksda kerahkan gajah gajah untuk bantu bersihkan kayu gelondongan pasca banjir aceh
BKSDA Kerahkan Gajah-gajah untuk Bantu Bersihkan Kayu Gelondongan Pasca Banjir Aceh. Gambar: Kolase Tangkapan Layar Instagram/@babang.amien

Aceh, MPN Indonesia 9 Desember 2025 - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan empat ekor gajah terlatih untuk membantu membersihkan kayu gelondongan dan puing material lain pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Gajah-gajah ini mulai diturunkan pada Senin (8/12) di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, yang merupakan salah satu wilayah paling terdampak.

Empat ekor gajah tersebut berasal dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Sare dan masing-masing bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni.

Kehadiran mereka difokuskan untuk menjangkau lokasi-lokasi yang tidak dapat diakses alat berat.

“Gajah terlatih yang kita bawa ini sebanyak empat ekor, dan semuanya dari PLG Sare,” kata Kepala BKSDA Wilayah Sigli, Aceh, Hadi Sofyan di Pidie Jaya, dikutip MPN Indonesia dari Antara.

“Kita target pembersihan di lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya,” ujarnya.

Gajah Bantu Evakuasi dan Pembersihan di Lokasi Sulit

Keempat gajah tersebut dipandu oleh mahot atau pawang untuk membersihkan puing-puing di permukiman warga yang rusak dan tertimbun.

Mereka ditugaskan untuk menarik kayu gelondongan dan material berat lainnya, membuka akses jalan ke rumah-rumah yang tertutup lumpur dan puing, membantu proses evakuasi apabila masih ditemukan korban, serta menyalurkan logistik ke pengungsi di wilayah yang sulit dijangkau.

Menurut Hadi Sofyan, para gajah yang dikerahkan ini memiliki pengalaman panjang dalam penanganan bencana.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, termasuk saat tsunami di Aceh, kehadiran gajah sangat membantu membersihkan puing-puing,” kata Hadi.

Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya, Iptu Fauzi Admaja, menyampaikan bahwa keberadaan gajah-gajah ini sangat membantu proses penanganan pascabencana.

Baca Juga:  Sentil Bupati yang Kabur saat Bencana, Prabowo: Itu yang Lari Copot Saja

“Empat gajah yang kita datangkan bersama BKSDA Aceh hari ini sudah berada di lokasi. Mereka langsung kita kerahkan untuk menarik kayu-kayu besar serta material berat lainnya yang menumpuk akibat banjir,” ujarnya.

Durasi Operasi dan Fokus Wilayah

Operasi pembersihan oleh tim BKSDA dan gajah-gajah ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, hingga 14 Desember 2025.

Fokus penanganan masih berada di Kabupaten Pidie Jaya, khususnya Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, mengingat akses ke wilayah lain belum memungkinkan untuk dijangkau.

“Sejauh ini belum ke daerah lainnya, karena masih perlu survei dan akses ke kabupaten lain belum bisa dijangkau. Ke depan, jika diperlukan, kami siap membantu,” kata Hadi.

Gajah sebagai Dukungan Kegiatan Trauma Healing

Selain untuk tugas evakuasi dan pembersihan, Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, menyampaikan bahwa kehadiran gajah juga ditujukan sebagai bentuk dukungan psikologis bagi anak-anak yang terdampak banjir bandang.

“Gajah-gajah ini kita datangkan bukan hanya untuk mengangkat material berat, tetapi juga untuk kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Kehadiran gajah dapat menghadirkan suasana ceria, mengurangi ketegangan, dan membantu memulihkan kondisi psikologis mereka,” ujar Kapolres.

Dengan kehadiran empat gajah terlatih tersebut, proses pembersihan material kayu gelondongan pascabencana banjir bandang dan longsor di Aceh diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, terutama di area yang sulit dijangkau oleh alat berat.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending