Viral
Demi Perbaiki Jalan Desa, Warga Grobogan Rela Iuran Rp5 Ribu Tiap Pekan selama 3 Tahun
Warga Grobogan patungan Rp5 ribu per minggu selama 3 tahun demi bangun jalan desa tanpa dana pemerintah, tuai sorotan soal efektivitas dana desa.
Jawa Tengah, MPN Indonesia 15 April 2025 - Warga Desa Sumberjosari, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, bergotong royong membangun jalan desa secara mandiri tanpa menggunakan dana desa.
Upaya ini dilakukan melalui iuran mingguan sebesar Rp5 ribu per orang yang dikumpulkan selama tiga tahun, sejak 2021 hingga awal 2024.
Inisiatif tersebut lahir dari kebutuhan warga akan infrastruktur yang layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Dana sebesar Rp50 juta berhasil dikumpulkan dari sekitar 40 warga yang tergabung dalam RT 5 RW 1.
Proses pengumpulan dana dilakukan setiap Kamis malam, bersamaan dengan kegiatan yasinan rutin warga.
Jalan Beton Sepanjang 125 Meter Berhasil Dibangun
Dana swadaya tersebut digunakan untuk membangun jalan cor sepanjang 125 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan rata-rata 15 cm.
Pengerjaan dilakukan secara bergotong royong oleh warga setempat. Ketua RT 5 RW 1, Joko Sukamto, menyatakan bahwa pembangunan jalan ini belum berhenti pada satu titik saja.
Rencananya, kegiatan pengecoran akan dilanjutkan pada Agustus mendatang untuk memperbaiki gang di sekitar lokasi yang sama.
Respon Warga di Media Sosial dan Sorotan terhadap Dana Desa
Aksi warga Grobogan ini diunggah oleh akun Instagram @update.idn dan @indo_psikologi pada Senin (14/4), dan langsung menarik perhatian publik.
Banyak warganet yang menyoroti absennya dukungan dana desa dalam proyek infrastruktur ini.
Komentar di media sosial mempertanyakan efektivitas pengelolaan anggaran desa, dengan beberapa warganet menandai akun Instagram Presiden Prabowo untuk menyampaikan keluh kesah mereka terkait kondisi ini.
“Pak @prabowo percuma dikasih anggaran kl akhirnya warga yg iuran.. rakyat sudah bayar pajak tertib tp pembangunan jalan desa seperti ini, masyarakat biaya. Umr kita masih kecil pak. 2jt pak,😢” tulis warganet @reva_*****, dikutip MPN Indonesia dalam unggahan Instagram @indo_psikologi, pada Selasa (15/4).
Sementara komentar lain @winfie*** menyatakan, “Kita bayar pajak buat apa coba? 😂 Bener2 gk malu pemda disitu.”
Beberapa pengguna media sosial juga menyuarakan keprihatinan terhadap pengelolaan dana publik, mengungkapkan bahwa masyarakat telah berkontribusi lewat pajak, namun masih harus menanggung biaya pembangunan jalan desa sendiri.
Solidaritas Warga Sebagai Solusi Infrastruktur Desa
Meski dilakukan tanpa bantuan pemerintah, warga Karangrayung, Grobogan, menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi.
Melalui patungan mingguan, mereka membuktikan bahwa perbaikan jalan desa tetap bisa terlaksana dengan kekompakan dan kerja sama.
Salah seorang warga menyampaikan bahwa akses jalan yang baik sangat penting untuk menunjang kehidupan harian mereka.
“Kami sadar jalan ini penting untuk akses kami sehari-hari. Jadi, kami patungan dengan cara sederhana, tapi hasilnya luar biasa,” ujarnya.
Inisiatif perbaikan jalan desa secara swadaya di Grobogan ini menunjukkan bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur lokal.
Dengan cara-cara sederhana seperti iuran pekanan, warga berhasil membangun jalan yang layak guna.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
