Connect with us

Berita

Dishub DKI Jakarta Terapkan Porter Resmi di Terminal Bus untuk Hindari Pungli

Terminal Kampung Rambutan kini memiliki porter resmi untuk mencegah pungli, disertai pelatihan khusus dan pengawasan ketat dari Dishub DKI Jakarta.

Arthur

Published

on

Dishub DKI Jakarta Terapkan Porter Resmi di Terminal Bus untuk Hindari Pungli
Dishub DKI Jakarta Terapkan Porter Resmi di Terminal Bus untuk Hindari Pungli. Gambar : Dok. Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

Dki Jakarta, MPN Indonesia 24 Oktober 2024 - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah mengambil langkah strategis untuk mengatasi pungutan liar (pungli) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Kasus pungli yang melibatkan tiga oknum preman baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah seorang penumpang mengalami pemerasan dengan modus bantuan membawakan barang.

Untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan keamanan serta kenyamanan penumpang, Dishub DKI Jakarta kini menerapkan porter resmi di terminal tersebut.

Kasus Pungli di Terminal Kampung Rambutan

Kasus pungli ini bermula ketika seorang penumpang yang menuju loket tiket di lantai dua terminal diminta untuk membayar Rp30.000 oleh tiga orang yang menawarkan jasa membawakan barangnya.

Korban awalnya memberikan Rp10.000, namun pelaku menolak dan meminta Rp10.000 per orang.

Modus ini diduga sering terjadi di terminal tersebut, dan melibatkan oknum preman yang memanfaatkan kelengahan penumpang.

Untuk mencegah kejadian serupa, Dishub DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Transportasi Angkutan Jalan (UPTAJ) melakukan berbagai langkah pencegahan, termasuk penunjukan porter resmi serta pengetatan pengawasan di Terminal Kampung Rambutan.

Langkah Dishub DKI Jakarta untuk Mencegah Pungli

Kepala UPTAJ, Syamsul Mirwan, menjelaskan bahwa penetapan porter resmi di Terminal Kampung Rambutan adalah bagian dari upaya Dishub DKI Jakarta untuk mencegah pungli yang dilakukan oleh porter tak resmi.

Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah menentukan titik drop-off dan transit penumpang secara pasti, sehingga dapat diawasi dengan ketat oleh petugas terminal dibantu CCTV.

“Terminal Kampung Rambutan sudah terintegrasi dengan LRT Jabodebek dan melayani penumpang AKAP (Antarkota Antarprovinsi), dalam kota, serta penumpang commuter. Kami telah menentukan titik drop-off yang jelas dan akan diawasi secara langsung,” ujar Syamsul dalam keterangan tertulis pada Rabu (23/10).

Baca Juga:  Kejati Periksa Wali Kota Jakpus Arifin atas Dugaan Korupsi di Dinas Kebudayaan

Selain itu, Dishub DKI Jakarta juga telah menyusun Standard Operating Procedure (SOP) khusus untuk porter resmi.

SOP ini mencakup pelatihan komunikasi dan etika pelayanan bagi para porter, dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan dan meminimalisir potensi pungli dari porter tak resmi.

Identitas dan Pelatihan Porter Resmi

Agar penumpang dapat dengan mudah mengenali porter resmi dan mencegah pungli, Dishub DKI Jakarta mewajibkan porter resmi mengenakan seragam khusus yang dilengkapi dengan nomor identitas.

Saat ini, terdapat 10 porter resmi yang bekerja di Terminal Kampung Rambutan, berasal dari warga sekitar.

Para porter ini dibagi dalam dua tim, masing-masing bekerja pada sif pagi dan malam dengan lima orang per tim.

“Jumlah porter dibatasi untuk menghindari persaingan antarporter. UPTAJ juga mencatat setiap porter dalam database khusus dan memberikan pelatihan mengenai sikap dan komunikasi yang baik,” jelas Syamsul.

UPTAJ juga telah menyediakan fasilitas loker untuk penyimpanan barang bagi penumpang yang transit.

Fasilitas ini mampu menampung hingga 30 tas dan dilengkapi dengan pengawasan CCTV serta petugas terminal.

Rencana Implementasi di Terminal Lain

Langkah penerapan porter resmi di Terminal Kampung Rambutan merupakan bagian dari komitmen Dishub DKI Jakarta untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpang.

Program ini juga direncanakan akan diperluas ke terminal-terminal AKAP lain di Jakarta, guna meminimalisir pungli dan meningkatkan kualitas pelayanan di terminal-terminal utama.

Trending