Connect with us

Viral

Ibu Ini Melahirkan di Taksi Online, Dibantu Sang Sopir yang Ternyata Dokter!

Seorang dokter yang menjadi pengemudi taksi online di Surabaya membantu persalinan darurat penumpangnya di dalam mobil.

Logompn

Published

on

Ibu ini melahirkan di taksi online, dibantu sang sopir yang ternyata dokter
Dokter Rosa. Gambar: Gambar: Instagram/@surabaya.terkini.

MPN Indonesia 30 Januari 2026 - Seorang dokter yang juga bekerja sebagai pengemudi taksi online di Surabaya, berhasil menangani persalinan darurat seorang penumpang di dalam mobil pada malam hari, Senin (19/1).

Peristiwa di daerah ini terjadi ketika Rosa, pengemudi GrabCar, sedang beroperasi seperti biasa saat seorang penumpang wanita bernama Sirka Mariana tiba-tiba mengalami kontraksi hebat.

Kejadian berlangsung di kawasan Asemrowo, Surabaya, tepat di depan gang rumah mertuanya.

Dokter Rosa, yang merupakan dokter umum dan sedang menempuh pendidikan spesialis penyakit dalam di Surabaya, langsung menepikan mobil dan membantu proses melahirkan secara mandiri di dalam kabin kendaraan.

Penumpang tersebut melahirkan bayi laki-laki dalam kondisi selamat sebelum tim medis lanjutan tiba di lokasi.

“Saya kaget. Awalnya mau bawa ke fasilitas kesehatan, tetapi pas saya lihat, kepala bayi sudah kelihatan,” ujar Rosa, dikutip MPN Indonesia dari BeritaSatu pada Jumat (30/1).

Peristiwa yang berlangsung spontan ini menjadi perhatian publik dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi.

Ia menyampaikan bahwa tindakan cepat dan penuh empati yang dilakukan mitranya mencerminkan nilai profesionalisme dan kemanusiaan dalam ekosistem Grab.

“Keberagaman latar belakang mitra pengemudi menunjukkan bahwa platform tersebut memberi ruang bagi individu dengan keahlian berbeda untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Kronologi dan Kondisi Persalinan Mendadak

Kejadian berlangsung saat Dokter Rosa sedang dalam status on-bid sebagai mitra GrabCar.

Ia menerima pesanan dari seorang wanita hamil besar, tanpa menyadari kondisi darurat yang akan dihadapi dalam perjalanan.

Penumpang, Sirka Mariana, tidak mengetahui usia pasti kehamilannya karena tidak pernah menjalani pemeriksaan medis rutin.

Baca Juga:  Deretan Fakta Kasus Guru di Demak yang Didenda Rp25 Juta oleh Ortu Murid: Gaji Rp450 Ribu, Dibayar per 4 Bulan

Secara fisik pun, ia tidak tampak seperti sedang hamil tua.

Hal ini membuat proses persalinan berlangsung tanpa persiapan medis.

Rosa tetap tenang dan menggunakan keahlian medisnya untuk menangani situasi darurat tersebut.

Dalam kondisi mendesak dan terbatas, ia berhasil membantu proses melahirkan hingga bayi lahir dengan selamat.

“Saya senang bisa menolong banyak orang, terutama yang membutuhkan penanganan medis. Saya sudah tidak ingat berapa kali membantu. Tapi pengalaman menolong persalinan di dalam mobil itu sangat berkesan,” tuturnya.

Situasi ini menunjukkan bagaimana seorang tenaga medis dapat memberikan kontribusi nyata di luar tempat kerja formal.

Menurut pernyataan CEO Grab Indonesia, fleksibilitas platform ini memungkinkan mitra dengan keahlian berbeda untuk tetap memberikan dampak sosial.

“Fakta bahwa mitra pengemudi kami juga merupakan tenaga medis menunjukkan bagaimana fleksibilitas Grab memungkinkan individu dengan latar belakang dan keahlian yang beragam untuk memberikan dampak positif bagi keluarga dan masyarakat, bahkan dalam situasi yang tidak terduga,” ujar Neneng Goenadi.

Alasan Dokter Rosa Menjadi Pengemudi Online

Dokter Rosa merupakan dokter umum yang bekerja di RSUD dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan saat ini tengah menjalani pendidikan dokter spesialis penyakit dalam di Surabaya.

Ia memutuskan untuk menjadi mitra pengemudi GrabCar sejak Oktober 2025 guna mengisi waktu luang setelah menyelesaikan pekerjaan utamanya sebagai dokter dan ibu rumah tangga.

Menurut Rosa, menjadi pengemudi daring memberikan fleksibilitas waktu yang tidak bisa diperoleh dari pekerjaan utamanya.

“Pada akhirnya saya memilih menyalurkan waktu dengan menjadi driver online. Lumayan untuk tambahan jajan anak-anak. Selain itu, saya bisa bertemu banyak orang, menambah wawasan, bahkan membantu mereka yang sedang membutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Pedagang Pasar Barito Tetap Berjualan dan Tolak Relokasi usai Groundbreaking Taman Bendera Pusaka

Rosa juga menyampaikan bahwa ia menggunakan penghasilan tambahan dari GrabCar untuk kebutuhan keluarga.

Selain aspek finansial, ia menilai profesi sampingannya ini sebagai sarana untuk tetap mengabdi kepada masyarakat dalam berbagai situasi.

“Grab memberi saya ruang untuk bekerja saat saya mampu,” katanya.

CEO Grab Indonesia menambahkan bahwa kisah Dokter Rosa menjadi contoh bagaimana peran ganda sebagai profesional dan anggota komunitas bisa dijalankan secara bersamaan.

“Fleksibilitas adalah tentang membuka ruang agar mitra dapat menjalani peran hidupnya secara utuh sebagai profesional, anggota keluarga, sekaligus bagian dari komunitas. Kami sangat mengapresiasi tindakan cepat dan penuh empati Dokter Rosa,” ujar Neneng.

Meskipun mendapat banyak apresiasi dan sorotan, Rosa tetap menunjukkan sikap rendah hati.

Ia tidak ingin disebut sebagai pahlawan dan menganggap bahwa yang dilakukannya merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai sesama manusia dan tenaga medis.

“Saya hanya bersyukur masih bisa berguna untuk orang lain,” ucapnya.

 (AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending