Connect with us

Viral

Lansia Sebatang Kara Ditemukan Meninggal Dunia di Mobil Tua yang jadi Tempat Tinggalnya

Seorang lansia sebatang kara di Kota Malang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil tua yang menjadi tempat tinggalnya selama 2 tahun.

Logompn

Published

on

Lansia Sebatang Kara Ditemukan Meninggal Dunia di Mobil Tua yang jadi Tempat Tinggalnya
Lansia Sebatang Kara Ditemukan Meninggal Dunia di Mobil Tua yang jadi Tempat Tinggalnya. Gambar: Dok. Humas Polresta Malang Kota

Jawa Timur, MPN Indonesia 3 Maret 2026 - Seorang lansia bernama Yudi Pairines (79) ditemukan meninggal dunia di dalam mobil tua yang selama hampir 2,5 tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat pagi (27/2) di Jalan Kawi Selatan, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.

Korban ditemukan tidak bernyawa di dalam mobil sedan Toyota Corolla berwarna hijau dengan nomor polisi L-1315-JQ yang terparkir di teras rumah milik Mulyadi (79), warga setempat.

Kematian Yudi pertama kali diketahui oleh Mulyadi saat hendak membersihkan mobil pada pagi hari.

Ia melihat korban dalam posisi tertidur, namun tidak merespons saat dibangunkan.

Menyadari kondisi tersebut, Mulyadi segera memanggil Ketua RT dan melaporkan kejadian ke pihak kepolisian.

“Pagi kemarin saya mau bersihkan mobil. Saya coba bangunkan, napasnya tersengal-sengal. Saya langsung panggil Pak RT, tapi tak lama kemudian beliau sudah meninggal,” ungkap Mulyadi dalam keterangannya saat ditemui di lokasi kejadian.

Polresta Malang Kota memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobikin, menyatakan bahwa korban diduga meninggal karena faktor usia dan kondisi kesehatan yang menurun.

“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga kuat korban meninggal dunia karena faktor usia dan kondisi kesehatan yang menurun,” ujar Ipda Lukman saat dikonfirmasi, Sabtu (28/2).

Latar Belakang Korban dan Kondisi Sosial

Yudi Pairines diketahui telah menempati mobil milik Mulyadi sejak tahun 2024.

Ia hidup sebatang kara setelah istri dan dua anaknya meninggal dunia.

Sebelum tinggal di mobil, Yudi sering berpindah-pindah tempat untuk tidur, termasuk di beberapa masjid sekitar perkampungan.

Baca Juga:  Tak Ada Lagi Tanda Kehidupan, Petugas Lanjut Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny pakai Alat Berat

Namun setelah tidak diperbolehkan lagi menginap di masjid, Mulyadi mengizinkannya tinggal di mobil yang terparkir di depan rumah.

“Almarhum setiap malam tidur di dalam mobil saya ini, sudah hampir 2,5 tahun. Memang saya ijinkan karena tidak punya siapa-siapa. Kasihan,” ujar Mulyadi.

Ia juga menambahkan bahwa Yudi sebelumnya masih memiliki keluarga, namun akibat kondisi ekonomi yang sulit, mereka berpindah-pindah kontrakan hingga akhirnya meninggal dunia.

Bantuan dari Warga Sekitar

Selama hidup di mobil, kebutuhan sehari-hari Yudi dibantu oleh warga sekitar secara swadaya.

Makanan dan kebutuhan pokok disuplai oleh masyarakat dan keluarga Mulyadi.

“Kalau untuk makan sudah banyak yang kasih, sudah cukup. Kadang saya ajak, kalau lagi ada keperluan ke Surabaya atau luar kota,” terang Mulyadi.

Warga juga mengakui bahwa Yudi masih sering terlihat beraktivitas, meski dalam beberapa hari terakhir kondisinya terlihat lemas dan kurang sehat.

(AKM/NID/RAD)

Trending