Connect with us

Viral

Mahasiswi di Aceh Tamiang Diduga Jadi Korban Pelecehan Sopir Truk Saat Evakuasi Diri dari Banjir

Mahasiswi asal Langsa diduga dilecehkan sopir truk saat evakuasi banjir di Aceh Tamiang. Pelaku diamankan warga dan ditahan polisi, pemerintah ikut turun tangan.

Logompn

Published

on

Mahasiswi di aceh tamiang diduga jadi korban pelecehan sopir truk saat evakuasi diri dari banjir
Mahasiswi di Aceh Tamiang Diduga Jadi Korban Pelecehan Sopir Truk Saat Evakuasi Diri dari Banjir. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@medan_lambe

Aceh, MPN Indonesia 8 Desember 2025 - Seorang mahasiswi asal Kota Langsa diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang sopir truk berinisial S saat mengevakuasi diri dari banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang.

Korban menumpang truk pelaku untuk melintasi genangan air yang tinggi sebelum dugaan pelecehan terjadi di dalam kendaraan tersebut.

Insiden ini diketahui publik setelah beredar sebuah video viral yang memperlihatkan warga mengepung sopir truk berinisial S.

Warga marah atas dugaan tindakan tersebut dan sempat melakukan aksi main hakim sendiri sebelum pelaku akhirnya diamankan pihak kepolisian.

Saat ini, S telah ditahan dan sedang dalam proses penyelidikan lanjutan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur hukum, sementara keselamatan dan kondisi psikologis korban menjadi prioritas.

Penanganan Kasus dan Respon Pemerintah

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyatakan bahwa pemerintah akan mengawal penanganan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi tersebut secara serius.

Ia menegaskan bahwa kekerasan seksual di wilayah terdampak bencana merupakan ancaman nyata yang harus ditangani secara profesional.

“Kami sangat menyayangkan peristiwa ini dan menegaskan setiap dugaan kekerasan seksual harus ditangani secara serius dan profesional, negara tetap hadir dan berkomitmen memastikan perlindungan bagi perempuan dan anak tetap berjalan, terutama di wilayah bencana,” ujar Arifah dalam keterangannya, Minggu (7/12).

Arifah menjelaskan bahwa proses verifikasi dan pendalaman informasi dari UPTD PPA Provinsi Aceh maupun Kota Langsa sempat terkendala karena akses komunikasi di Aceh Tamiang terputus akibat banjir.

Kendala tersebut meliputi pemadaman listrik, terbatasnya jaringan internet, serta terganggunya akses darat.

“Kondisi di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir cukup parah membuat akses informasi terbatas. Internet belum sepenuhnya aktif sehingga koordinasi terkait kasus ini masih terkendala,” kata Arifah.

Baca Juga:  Viral Influencer Rekam Usher GIIAS Tanpa Izin, Komisi III DPR: Melanggar Hukum

Ia menegaskan bahwa langkah penanganan akan dilakukan setelah pemeriksaan dan verifikasi langsung.

Pemerintah tetap berkomitmen memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak, terutama di situasi darurat yang berpotensi membuka peluang terjadinya eksploitasi.

Arifah juga mengimbau masyarakat untuk berani melapor jika mengalami atau menyaksikan kekerasan.

Aduan dapat disampaikan melalui kepolisian, UPTD PPA terdekat, atau layanan pengaduan SAPA 129.

(AKM/NID/RAD)

Trending