Connect with us

Viral

MUI Desak KPI Tegur Program TV yang Tayangkan Raffi Ahmad karena Melakukan Hal Ini..

MUI desak KPI tegur SCTV dan TransTV atas dugaan pelanggaran etika siaran Ramadan oleh Raffi Ahmad. Tayangan dinilai tak mencerminkan nilai bulan suci.

Logompn

Published

on

Mui desak kpi tegur program tv yang tayangkan raffi ahmad karena melakukan hal ini..
MUI Desak KPI Tegur Program TV yang Tayangkan Raffi Ahmad karena Melakukan Hal Ini.. Gambar : Instagram/@raffinagita1717

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat untuk segera memanggil dan menegur dua stasiun televisi, SCTV dan TransTV, terkait program siaran Ramadan yang menampilkan Raffi Ahmad.

Permintaan ini muncul setelah hasil pemantauan MUI selama bulan Ramadan 1446 H/2025 M menemukan sejumlah dugaan pelanggaran dalam tayangan Kuis Gaspol di SCTV dan Berkahnya Ramadhan di TransTV.

Pemantauan dilakukan setiap hari selama bulan suci untuk turut menguatkan suasana kondusif Ramadan.

Selain mengapresiasi program yang berkualitas, MUI juga mencatat adanya tayangan yang dinilai melanggar etika penyiaran dan tidak mencerminkan nilai-nilai Ramadan.

Dugaan Pelanggaran dalam Tayangan

Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi, menegaskan bahwa pemanggilan terhadap kedua lembaga penyiaran tersebut harus dilakukan sesegera mungkin.

Ia menyebutkan bahwa Raffi Ahmad perlu diberi teguran karena ia bukan hanya seorang artis populer, tetapi juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, yang membuatnya memiliki pengaruh besar di masyarakat.

“Dalam beberapa tayangan di dua program televisi tersebut, Raffi Ahmad terindikasi mengeluarkan pernyataan dan melakukan adegan yang memiliki kecenderungan menghina/merendahkan martabat manusia, vulgar, dan tidak sejalan dengan nilai-nilai dan makna bulan suci Ramadhan,” ujar Kiai Masduki, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi MUI, pada Kamis (27/3).

Contoh dugaan pelanggaran ditemukan dalam tayangan Kuis Gaspol SCTV pada 9 Maret 2025, di mana seorang talent bernama Fanny melakukan joget erotis dengan pakaian ketat.

Saat itu, Raffi Ahmad melontarkan pernyataan, “Kalau basah mau diapain?” yang dinilai tidak pantas.

Baca Juga:  Pemerintah Rancang Road Map Buat Atasi Penggunaan Gadget pada Anak

Pada episode ke-145 program yang sama, Raffi juga diduga mengeksploitasi status sosial seorang perempuan dengan berkata, “Janda semakin di depan.”

Dalam program Berkahnya Ramadhan di TransTV, Kiai Masduki juga mengungkap adanya tindakan kekerasan fisik.

Pada 3 Maret 2025, Raffi Ahmad terlihat membanting Anwar, dan pada 10 Maret 2025, ia memasukkan kertas tisu bekas ke mulut Maxim.

Tisu tersebut sebelumnya digunakan untuk mengelap wajah Ivan Gunawan dan Anwar dalam segmen membahas penggunaan make up.

Teguran untuk Media dan Raffi Ahmad

Kiai Masduki menekankan bahwa bulan Ramadan adalah bulan suci yang sepatutnya dihormati oleh semua pihak, khususnya media penyiaran, dengan menyajikan program yang mematuhi etika dan pedoman yang berlaku.

“Bulan Ramadhan adalah bulan suci… sudah sepatutnya bisa dipahami, dihormati, dan diapresiasi oleh berbagai kalangan khususnya media penyiaran dengan menyajikan program yang menghormati, mematuhi etika dan pedoman yang berlaku,” tegasnya.

Pemantauan MUI dilakukan berdasarkan Tausiyah MUI tentang Penyiaran Program Ramadhan 1446 H/2025 M, sejumlah fatwa MUI, Undang-Undang Penyiaran, serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

MUI juga mengingatkan bahwa lembaga penyiaran memegang lisensi frekuensi publik dan karenanya memiliki tanggung jawab sosial yang besar untuk menayangkan konten yang bermutu.

“Dalam konteks demikian, maka media sudah seharusnya memiliki misi profetik yakni menyerukan kebaikan, pelopor perubahan, dan membimbing manusia ke arah yang baik dan benar,” ucap Kiai Masduki.

Namun, dalam praktiknya, pemantauan selama 10 hari pertama Ramadan menunjukkan masih adanya program yang cenderung melakukan pelanggaran dan jauh dari standar kepatutan.

Harapan MUI terhadap KPI dan Lembaga Penyiaran

Anggota Tim Pemantauan Ramadan 1446 H MUI, Rida Hesti Ratnasari, menyampaikan bahwa MUI hanya dapat memberikan catatan dan rekomendasi karena bukan lembaga yang memiliki kewenangan penindakan.

Baca Juga:  Ratusan Guru Besar FKUI Menyatakan Kecewa atas Kebijakan Menkes

Oleh karena itu, MUI berharap KPI bertindak lebih tegas dalam memberikan sanksi terhadap pelanggaran tayangan.

“MUI sangat berharap bahwa KPI lebih tegas lagi dalam memberikan teguran dan tindakan agar mutu siaran mereka jauh lebih baik… termasuk memanggil dan menegur Raffi Ahmad yang saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden RI,” tutur Rida.

Ia juga berharap lembaga penyiaran dapat menjadi institusi yang memiliki semangat dakwah yang sama seperti MUI, yakni menyebarkan kebaikan dan mencegah kemungkaran dalam siaran Ramadan.

“Ketika ini bisa dilakukan maka tidak mustahil kita bisa segera meningkatkan literasi publik melalui tayangan-tayangan yang mendidik… bulan suci Ramadhan tidak dinodai oleh tayangan-tayangan yang bisa mengganggu kemuliaan dan kesucian bulan Ramadhan tersebut,” ujar Rida.

Rida menambahkan, sinergi antara MUI, KPI, dan lembaga penyiaran menjadi penting dalam menghadirkan tayangan yang mendidik, menghibur, dan memberi pencerahan kepada masyarakat selama bulan suci.

(AKM/NID/RAD)

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga5 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita24 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita32 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita56 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending