Connect with us

Berita

Polda Jateng Sebut Ada 4 Tembakan dalam Kasus Polisi Tembak Siswa SMK di Semarang

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Tengah AKBP Helmi mengungkapkan bahwa terdapat 4 tembakan dalam kasus polisi tembak siswa smk di Semarang.

Actress 1299250

Published

on

Polda Jateng Sebut Ada 4 Tembakan dalam Kasus Polisi Tembak Siswa SMK di Semarang
Polda Jateng Sebut Ada 4 Tembakan dalam Kasus Polisi Tembak Siswa SMK di Semarang. Gambar : Kompas.com/Titis Anis Fauziyah

MPN Indonesia 3 Desember 2024 - Insiden penembakan seorang siswa SMK berinisial GRO (17) oleh seorang anggota polisi terjadi di Kota Semarang pada Minggu dini hari (24/11).

Kasus ini menimbulkan kontroversi dan memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian.

Selain mendapat perhatian publik, kasus pembunuhan ini juga disoroti oleh keluarga korban, Komnas HAM, dan Komisi III DPR RI. Berikut kronologi lengkapnya.

Peristiwa Bermula dari Tawuran Antar-Geng

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar menjelaskan bahwa insiden berawal dari rencana tawuran antara dua geng remaja, Geng Tanggul dan Geng Seroja, yang direncanakan melalui media sosial.

Kedua geng sepakat bertemu pada Minggu dini hari. Tawuran sempat terjadi, disusul aksi kejar-kejaran setelah salah satu geng kalah dalam perkelahian.

Kelompok korban, termasuk GRO, mengejar lawan hingga melintasi wilayah Simongan, Semarang Barat.

Di lokasi tersebut, rombongan mereka bertemu dengan seorang anggota polisi di depan sebuah Alfamart.

Kronologi Penembakan

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Tengah AKBP Helmi memaparkan dalam rapat dengan Komisi III DPR RI pada Selasa (3/12) bahwa seorang anggota polisi, Aipda Robig Zaenudin, menghentikan tiga kendaraan bermotor yang diduga terlibat dalam pengejaran. Polisi tersebut melepaskan tembakan peringatan sambil berteriak, “Polisi!”

Namun, situasi berubah ketika tembakan kedua dilepaskan, mengenai korban GRO yang berada di salah satu kendaraan.

Total, polisi melepaskan empat tembakan, termasuk satu tembakan terakhir yang mengenai pengendara lain tetapi tidak menimbulkan luka serius.

Akibat luka tembak, GRO dinyatakan meninggal dunia. Hasil ekshumasi pada Jumat (29/11) menunjukkan proyektil peluru bersarang di usus korban.

Baca Juga:  Kunjungi Proyek Vila di Buleleng Bali, Wanita Asal Jaksel Malah jadi Korban Pemerkosaan

Bukti Video dan Bantahan Keluarga

Keluarga korban mengaku memiliki rekaman CCTV dari lokasi kejadian yang menunjukkan detik-detik penembakan.

Dalam rekaman berdurasi 41 detik itu, terlihat seorang polisi menghentikan kendaraan dan melepaskan tembakan. Keluarga menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda perlawanan dari pihak GRO.

“Kalau dari Polrestabes Semarang bilang korban melawan dan ditembak, tapi di video ini tidak terlihat perlawanan,” ujar salah satu kerabat korban.

Rekaman tersebut telah diperlihatkan kepada Komnas HAM, meskipun belum diserahkan secara resmi.

Selain itu, keluarga GRO membantah klaim bahwa korban adalah anggota geng. Mereka menyebut GRO sebagai siswa pendiam, rajin salat, dan tidak memiliki atribut terkait aktivitas tawuran.

Penyelidikan dan Proses Hukum

Aipda Robig Zaenudin telah ditahan dan menjalani proses hukum terkait insiden ini. Hingga saat ini, sebanyak 11 saksi, termasuk anak-anak, telah dimintai keterangan oleh kepolisian.

Barang bukti berupa senjata api dan proyektil peluru telah diserahkan ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Keluarga GRO melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Tengah dengan tuduhan pembunuhan. Mereka meminta penyelidikan dilakukan secara transparan dan menyeluruh.

Respons Publik dan Tuntutan Keadilan

Kasus ini menarik perhatian publik, termasuk dari Komnas HAM dan Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (KPPPAI), yang terus memantau perkembangan penyelidikan. Dalam rapat dengan Komisi III DPR, desakan agar kasus ini diusut tuntas semakin menguat.

Kasus penembakan siswa SMK ini menjadi sorotan besar, dan publik berharap penegakan hukum dilakukan secara profesional demi memastikan keadilan bagi korban serta keluarganya.

Trending