Viral
Setelah Tugu Biawak, Kini Muncul Patung Rajawali dengan Anggaran Senilai Rp180 Juta
Patung Rajawali setinggi 9 meter di Indramayu viral usai dinilai realistis. Dibangun dengan dana desa dan pribadi senilai Rp180 juta, jadi ikon baru warga Cipaat.
MPN Indonesia 13 Mei 2025 - Setelah viralnya patung Tugu Biawak di Wonosobo, kini perhatian publik kembali tertuju pada patung baru yang tak kalah menarik, yakni Patung Rajawali di Indramayu.
Patung ini berdiri megah di depan Kantor Desa Cipaat, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Pengerjaannya menghabiskan anggaran sebesar Rp180 juta dan menarik perhatian masyarakat karena dinilai realistis serta menyerupai elang botak, simbol kebanggaan di Amerika Serikat.
Proyek pembangunan Patung Rajawali ini didanai dari Pendapatan Asli Desa (PAD) dan sebagian dari dana pribadi pemimpin desa setempat.
Sosok burung raksasa ini memiliki tinggi 9 meter, bentangan sayap sepanjang 10 meter, serta bobot melebihi 20 ton.
Proses pengerjaan berlangsung selama tiga bulan di bawah kepemimpinan Supadi, yang juga menjabat sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah di desa tersebut.
Popularitas Patung Rajawali meningkat drastis setelah videonya diunggah di media sosial oleh akun @indramayuinfo, pada Senin (12/5).
“Monumen Rajawali Sakti Desa Cipaat Kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu. Diresmikan pada 15 Januari 2025,” tulis pengunggah, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (13/5).
Dalam video tersebut, tampak jelas burung berkepala putih dengan paruh kuning, tubuh kecokelatan, cakar kuning, dan kuku hitam.
Gaya patung tersebut seolah hendak mencengkeram mangsa sambil berdiri di atas pelang bertuliskan “Kantor Kuwu Desa Cipaat”.
Detail Patung dan Respons Warga
Patung Rajawali ini dirancang dengan detail visual yang mencolok. Warna kepala dan paruhnya kontras dengan warna tubuh dan cakar, memberikan kesan realisme yang kuat.
Posisi berdiri burung yang mengarah mencengkeram semakin memperkuat kesan dramatis.
Desainnya yang menyerupai elang botak membuat patung ini menjadi daya tarik baru di kawasan tersebut.
Sejumlah warga memberikan komentar positif terhadap patung tersebut.
Akun @humairaa_**** menyatakan, “Mantap, ini kayanya lebih murah anggarannya dibanding patung biawak di Wonosobo, lebih real juga burungnya.”
Sementara itu, akun @djonie_alha**** menyebut, “Anggaran Rp200 jt masih realistis, kirain Rp20 M.”
Adapun akun @muhammad_hafiz******* berkomentar, “Dana desa kalo digunakan dengan baik dan tidak korupsi, jalan desa pasti bagus dan bisa buat kemajuan lainnya.”
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
