Connect with us

Viral

Siswa SMK di Kaltim Meninggal Dunia Diduga akibat pakai Sepatu Kekecilan

Siswa SMK Negeri 4 Samarinda meninggal dunia setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan yang diduga berkaitan dengan sepatu kekecilan.

Logompn

Published

on

Siswa SMK di Kaltim Meninggal Dunia Diduga akibat pakai Sepatu Kekecilan
Siswa SMK di Kaltim Meninggal Dunia Diduga akibat pakai Sepatu Kekecilan. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 7 Mei 2026 - Siswa SMK Negeri 4 Samarinda, Mandala Rizky Saputra, meninggal dunia pada Jumat (24/4) setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan yang diduga berkaitan dengan penggunaan sepatu sekolah yang terlalu sempit.

Informasi ini disampaikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan hasil koordinasi dan penelusuran bersama pihak sekolah serta keluarga.

Plt Kepala Disdikbud Kalimantan Timur, Armin, menyampaikan bahwa pihak sekolah telah melakukan pendampingan sejak kondisi kesehatan siswa teridentifikasi menurun.

“Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak sekolah, keluarga, dan pihak terkait, kondisi kesehatan siswa diketahui mengalami penurunan kondisi fisik, pusing, dan pembengkakan pada kaki,” ungkap Armin dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5).

“Setelah dilakukan kunjungan ke rumah siswa, menurut informasi yang beredar sepatu kekecilan dan menurut orang tua siswa ukuran sepatu nomor 43,” tambahnya.

Keterbatasan ekonomi disebut membuat Mandala menggunakan sepatu ukuran 40.

Kronologi Turunnya Kondisi Kesehatan Mandala

Mandala Rizky Saputra tercatat mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan M Yamin Samarinda, sejak 9 Februari hingga 20 Maret 2026.

Selama menjalani praktik kerja, aktivitasnya sebagai pramuniaga mengharuskannya berdiri dalam durasi panjang.

Setelah masa praktik kerja selesai, Mandala kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Tanggal 30 Maret 2026, siswa sempat kembali mengikuti kegiatan pembelajaran, namun 1 April 2026 disarankan untuk beristirahat diantar pulang karena kondisi fisik yang menurun,” ungkap Armin.

Namun pada awal April, pihak sekolah menyarankan agar ia beristirahat dan diantar pulang karena kondisi fisiknya menurun.

Sehari setelahnya, Mandala tidak mengikuti pembelajaran dan orang tuanya mengirimkan surat izin sakit.

Baca Juga:  Viral! Driver Ojol Ini Kena Suspend usai Customer Minta Lawan Arah dan Ogah Pakai Helm

Pada pekan berikutnya, melalui pesan WhatsApp, ibu Mandala meminta bantuan untuk meminjam uang ke sekolah melalui wali kelas.

Pihak sekolah kemudian meminta orang tua datang untuk berkoordinasi.

Dalam pertemuan itu, orang tua menyampaikan kondisi kesehatan anaknya yang menurun.

“Pada tanggal 10 April 2026, orang tua datang ke sekolah menyampaikan kondisi siswa terkait kesehatan dan penurunan kondisi serta menganggap itu adalah gangguan nonmedis,” jelas Armin.

“Sekolah membantu memfasilitasi permohonan biaya untuk pengobatan di Tenggarong sebesar Rp1,1 juta,” tambahnya.

Kondisi Sempat Membaik

Pada Selasa (21/4), pihak sekolah melakukan kunjungan ke rumah Mandala untuk memastikan kondisinya.

Dalam kunjungan tersebut ditemukan kondisi kaki lemas dan bengkak, namun tidak terdapat luka atau lecet.

Guru menyarankan agar Mandala mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.

Namun, pihak keluarga menyampaikan adanya tunggakan sebesar Rp2.400.000 yang belum terbayarkan sehingga menjadi pertimbangan untuk berobat.

“Sekolah membantu untuk memfasilitasi bertemu dengan Ketua RT untuk pengurusan BPJS melalui bantuan pemerintah,” tegas Armin.

Pada Kamis (23/4), pihak sekolah kembali melakukan kunjungan guna memantau kondisi Mandala dan menanyakan perkembangan pengurusan BPJS.

“Pada saat itu orang tua dan siswa melaporkan bahwa kondisi siswa sempat membaik dan kondisi kaki kempes, dan sekolah memutuskan besok untuk membelikan sepatu sesuai ukuran,” jelas Armin.

Namun, pada Jumat (24/4), sekolah menerima kabar bahwa Mandala Rizky Saputra meninggal dunia.

Pihak sekolah kemudian mendampingi proses pemulasaraan dan pemakaman jenazah.

“Namun, karena tidak ada diagnosa medis dari layanan kesehatan maka kita tidak dapat menyimpulkan bahwa penyebab meninggalnya murid bukan karena sepatu,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending