Connect with us

Berita

Viral! 3 Siswa SD Berprestasi Dipulangkan Paksa Gegara Nunggak Bayar SPP Rp42 Juta

Tiga siswa berprestasi di Pandeglang terpaksa dipulangkan paksa dari sekolah karena orang tua tidak mampu membayar tunggakan SPP Rp42 juta.

Actress 1299250

Published

on

Viral! 3 Siswa SD Dipulangkan Paksa Gegara Nunggak Bayar SPP Rp42 Juta
Viral! 3 Siswa SD Dipulangkan Paksa Gegara Nunggak Bayar SPP Rp42 Juta. Gambar : Dok. Youtube/@tvOneNews

MPN Indonesia 28 Oktober 2024 - Tiga siswa sekolah dasar di Kabupaten Pandeglang terpaksa dipulangkan paksa oleh pihak sekolah karena orang tua mereka tidak mampu membayar tunggakan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang mencapai Rp42 juta.

Padahal, ketiga siswa tersebut dikenal sebagai anak-anak berprestasi dengan semangat belajar yang tinggi.

Dipulangkan Saat Jam Pelajaran

Keputusan untuk memulangkan ketiga siswa tersebut diambil saat jam pelajaran masih berlangsung.

Mereka dijemput menggunakan mobil operasional sekolah dan diantar kembali ke rumah mereka di Kecamatan Menes.

Peristiwa di daerah ini membuat mereka merasa malu dan tertekan di depan teman-teman sekelas.

Keluarga Menghadapi Kesulitan Ekonomi

Orang tua dari ketiga siswa tersebut bekerja sebagai buruh harian dengan penghasilan yang tidak menentu.

Selain tunggakan SPP, keluarga ini juga menghadapi masalah lain seperti tunggakan pembayaran kontrakan selama tiga bulan.

“Ibu merasa sangat sedih dan hancur saat anak-anak dipulangkan secara paksa. Anak-anak pun menangis setelah guru-gurunya pulang mengantarkan mereka. Mereka bertanya kapan bisa sekolah lagi,” ungkap ibu mereka dengan suara bergetar.

Anak-Anak Berprestasi Terancam Putus Sekolah

Meskipun berasal dari keluarga kurang mampu, ketiga siswa ini memiliki prestasi akademis dan telah menerima berbagai sertifikat penghargaan.

Anak tertua, yang kini duduk di kelas 6 SD, terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya karena tidak dapat mengikuti ujian nasional.

Kritik terhadap Kebijakan Sekolah

Kejadian ini memicu berbagai pertanyaan mengenai kebijakan sekolah, terutama karena sekolah tersebut diketahui menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah.

Dana BOS seharusnya digunakan untuk membantu siswa kurang mampu agar tetap bisa bersekolah.

Baca Juga:  Viral! Soal TKA Diduga Bocor lewat Live TikTok, Ini Penjelasan dari Kemendikdasmen

“Apa anak-anak saya tidak bisa sekolah hanya karena kami miskin? Uang SPP sebesar Rp42 juta jelas di luar kemampuan kami. Bagaimana kami bisa membayar, sementara untuk makan sehari-hari saja sudah sulit?” ujar ayah mereka.

Kasus ini mendapat perhatian dari berbagai pihak yang berharap agar pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Presiden, dapat mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Trending