Connect with us

Viral

Viral! Ayah di Sukabumi Bohong ke Tetangga Anak dan Istri Pulang Kampung, Ternyata Ditemukan Tewas Berpelukan jadi Korban Banjir

Ibu dan anak ditemukan tewas berpelukan usai terseret banjir bandang di Sukabumi. Pernyataan membingungkan sang suami sempat memperlambat pencarian tim SAR dan warga.

Arthur

Published

on

Viral! ayah di sukabumi bohong ke tetangga anak dan istri pulang kampung, ternyata ditemukan tewas berpelukan jadi korban banjir
Viral! Ayah di Sukabumi Bohong ke Tetangga Anak dan Istri Pulang Kampung, Ternyata Ditemukan Tewas Berpelukan jadi Korban Banjir. Gambar : Dok. Basarnas

Jawa Barat, MPN Indonesia 10 Maret 2025 - Seorang ibu dan anak menjadi korban dalam tragedi banjir bandang yang terjadi di Sungai Cipalabuhan, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Korban ditemukan dalam kondisi tewas berpelukan di antara puing bangunan dan tumpukan sampah.

Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berpelukan

Korban yang diketahui bernama Santi dan putrinya, Nurul (3 tahun), ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir. Penemuan jasad keduanya membuat warga setempat berduka.

Namun, yang mengejutkan, sang suami, Aang, sebelumnya sempat menyatakan bahwa istri dan anaknya selamat.

Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah video berdurasi 34 detik yang kemudian viral di media sosial, pada Sabtu (8/3).

Pernyataan Aang yang Membingungkan Warga

Dalam video yang beredar, Aang menegaskan bahwa istri dan anaknya berada di lokasi aman dan tidak ikut terseret banjir.

“Saya Haji Aang, suami Neng Santi yang di Kampung Gumelar. Kata orang-orang istri dan anak saya terbawa arus, padahal mereka ada di wilayah Cikakak, Desa Margalaksana, Kampung Ciganas. Alhamdulillah selamat. Apa yang diinfokan itu tidak sesuai,” ujar Aang, dikutip MPN Indonesia dalam video yang diduga dibuat pagi sebelum jenazah ditemukan, pada Senin (10/3).

Namun, setelah video tersebut viral, tim SAR dan warga tetap melanjutkan pencarian. Kekecewaan muncul ketika jasad Santi dan Nurul akhirnya ditemukan di sekitar lokasi kontrakan mereka.

Warga dan Tim SAR Kecewa

Ketua RW 22 Kampung Gumelar, Reza, mengungkapkan bahwa Aang beberapa kali ditanya soal keberadaan istrinya, tetapi tetap bersikeras bahwa mereka telah pulang ke kampung halaman.

Baca Juga:  Gunung Lewotobi Meletus Lagi, Sebabkan Lubang di Permukiman hingga Status Awas

“Semalam saya langsung ke pasar, saya tanyakan soal istrinya di mana. Dia bilang sudah pulang ke Cikakak. Berkali-kali ditanya, jawabannya tetap sama. Padahal warga dan tim SAR sudah mati-matian mencari,” kata Reza.

Akibat pernyataan Aang, tim SAR dan warga sempat pergi ke Desa Margalaksana, Cikakak, untuk memastikan keberadaan korban. Namun, hasilnya nihil.

“Kami sampai ke sana, pak lurah juga ada, dan ternyata istrinya memang tidak ada di sana. Sampai akhirnya jasad korban ditemukan di lokasi kejadian, terbukti bahwa dia memang korban amukan Sungai Cipalabuhan,” tegas Reza.

Sikap Aang Memicu Kemarahan Warga

Saat pencarian berlangsung, Aang justru terlihat tetap berdagang di pasar tanpa menunjukkan kepedulian.

Hal ini memicu kemarahan warga, yang merasa bahwa informasi yang diberikan Aang justru memperlambat pencarian.

“Dia tidak ada usaha mencari tahu. Padahal, warga dan tim SAR sudah bekerja keras mencari,” tambah Reza.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran dan kerja sama dalam menghadapi bencana alam.

(AKM/NID/RAD)

Trending