Connect with us

Berita

Gunung Lewotobi Meletus Lagi, Sebabkan Lubang di Permukiman hingga Status Awas

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali terjadi pada Jumat, (8/11).

Adinda

Published

on

Gunung Lewotobi Meletus Lagi, Sebabkan Lubang di Permukiman hingga Status Awas
Gunung Lewotobi Laki Laki erupsi lagi | Gambar : Arnold Welianto/AFP

Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 8 November 2024 - Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali terjadi pada Jumat, (8/11) pukul 00:00 – 06:00 WITA.

Petuga Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Anselmul Bobyson Lamanepa mengatakan intensitas asap kawah mencapai ketinggian hingga 5 ribu meter.

“Intensitasnya tebal tinggi sekitar 500-5 ribu meter dari puncak,” katanya dalam keterangan yang dikutip dari situs resmi PVMBG.

Akibatnya, kini status Gunung Lewotobi berubah menjadi awas atau level IV.

Waspada Potensi Banjir Lahar Hujan

Anselmus pun mengimbau agar masyarakat tak mendekati area di sekitar gunung. Ia juga mengatakan agar masyarakat mewaspadai potensi banjir lahar hujan.

“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan. Terutama pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” ucapnya.

Sebabkan Lubang Besar

Sebelumnya, Gunung Lewotobi pertama kali meletus pada 3 November ini. Akibatnya, beberapa warga tewas dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi.

Kepala PVMBG, Hadi Wijaya menyatakan bahwa timnya telah mendatangi lokasi pada (7/11) untuk meninjau langsung kerusakan yang terjadi.

Batu pijar dari Gunung Lewotobi Laki-laki yang berukuran besar dilaporkan melontar jauh dan menyebabkan kerusakan fisik pada infrastruktur sekitar gunung.

“Kami melihat langsung lubang-lubang akibat jatuhan batu pijar,” ungkap Hadi Wijaya.

Batu-batu pijar tersebut meninggalkan lubang berukuran besar di permukiman warga, dengan beberapa lubang mencapai diameter 14 meter dan kedalaman 4 meter.

Di area sekolah, lubang yang tercipta bahkan lebih besar, berdiameter hingga 15 meter dengan kedalaman 5 meter.

PVMBG menyebutkan erupsi ini sebagai fenomena yang langka. Hadi Wijaya menjelaskan bahwa tipe erupsi ini bersifat eksplosif, ditandai dengan lontaran batu pijar berukuran besar.

Baca Juga:  Badai Petir Melanda India, Tewaskan 33 Orang

“Ini sebuah fenomena dan karakteristik yang tak biasa dari erupsi-erupsi gunung api yang terjadi,” ujar Hadi.

Trending