Connect with us

Viral

Viral! Warga Aceh Tengah Gotong Royong Bangun Jembatan dengan Kayu

Banjir merusak jembatan penghubung di Aceh Tengah. Warga Kecamatan Linge dan Rusip Antara bergotong royong membangun jembatan darurat demi memulihkan akses transportasi.

Logompn

Published

on

Viral! warga aceh tengah gotong royong bangun jembatan dengan kayu
Viral! Warga Aceh Tengah Gotong Royong Bangun Jembatan dengan Kayu. Gambar : Kolase Tangkapan Layar TikTok/@ISRA_arg

Aceh, MPN Indonesia 26 Desember 2025 - Bencana alam yang melanda Kabupaten Aceh Tengah menyebabkan akses transportasi warga terputus setelah jembatan permanen yang menjadi penghubung utama ke pusat kabupaten rusak parah dan hanyut terbawa arus.

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi logistik, layanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi.

Menghadapi situasi tersebut, warga dari sejumlah desa di Kecamatan Linge dan Rusip Antara secara swadaya membangun jembatan darurat dari kayu untuk memulihkan konektivitas antarwilayah.

Jembatan Darurat di Kecamatan Linge

Di Kecamatan Linge, warga dari Desa Linge, Jamat, dan Reje Payung bergotong royong membangun jembatan darurat sepanjang 18 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter.

Jembatan tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, namun cukup membantu masyarakat kembali terhubung dengan wilayah luar.

Pembangunan dilakukan karena kebutuhan mendesak warga untuk menjual hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan pokok.

“Kalau tidak ada jembatan, kami tidak bisa ke kabupaten. Mau jual hasil kebun dan beli kebutuhan hidup sangat sulit,” ujar Saleh, warga Desa Linge saat dikonfirmasi, pada Selasa (23/12), sebagaimana dikutip MPN Indonesia dari laman Bithe.co, Jumat (26/12).

Hal senada disampaikan Adong Linge, warga lainnya, yang menegaskan pentingnya akses tersebut bagi kehidupan masyarakat.

“Jembatan ini sangat penting bagi kami. Kalau tidak dibuat, masyarakat tidak bisa ke kabupaten untuk menjual hasil kebun atau membeli kebutuhan sehari-hari,” jelasnya, dikutip dari rri.co.id.

Inisiatif Warga Usai Jembatan Kala Ili Rusak

Jembatan permanen Kala Ili yang sebelumnya menjadi satu-satunya akses menuju pusat kabupaten rusak total akibat banjir.

Baca Juga:  23 Prajurit Marinir jadi Korban Longsor Cisarua saat Latihan, 4 Meninggal & 19 Hilang

Menyikapi kondisi itu, warga Kemukiman Linge, khususnya Kampung Linge, Jamat, dan Reje Payung, berinisiatif membangun jembatan sementara menggunakan batang kayu dan peralatan seadanya.

Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong dan dibantu oleh dua personel Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Jembatan darurat tersebut difungsikan sebagai jalur sementara bagi sepeda motor agar aktivitas sosial dan ekonomi warga tetap berjalan.

“Jembatan Kala Ili ini satu-satunya akses kami ke kabupaten. Setelah banjir, jembatan terbawa arus dan kami terputus total,” kata Saleh.

Gotong Royong Warga Rusip Antara

Upaya serupa juga dilakukan warga Kecamatan Rusip Antara yang enggan terisolasi lebih lama.

Puluhan warga membangun jembatan darurat secara manual tanpa bantuan alat berat, mengandalkan tenaga fisik dan solidaritas.

Aksi tersebut terekam dalam video yang beredar di akun TikTok @ISRA_arg pada Selasa (23/12).

Dalam unggahan itu terlihat warga mengangkut dan menyusun kayu berukuran besar untuk membentuk struktur jembatan sementara.

“Antusias masyarakat Rusip Antara bergotong royong membuat jembatan sementara untuk penghubung jalan,” tulis keterangan dalam video tersebut.

Seluruh proses pembangunan dilakukan secara swadaya sebagai bentuk kepedulian warga terhadap pentingnya akses transportasi untuk menunjang keberlangsungan hidup.

Harapan Pembangunan Jembatan Permanen

Melalui upaya gotong royong ini, warga Aceh Tengah berharap pemerintah daerah segera membangun kembali jembatan permanen agar akses transportasi pulih secara normal dan keselamatan masyarakat lebih terjamin dalam beraktivitas pascabencana.

(AKM/NID/RAD)

Trending