Connect with us

Viral

Viral! Warga Diduga Siram Air Bekas Kotoran ke Jalan saat Orang Mau Salat

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan dugaan penyiraman air ke jalan saat warga hendak salat.

Logompn

Published

on

Viral! Warga Diduga Siram Air Bekas Kotoran ke Jalan saat Orang Mau Salat
Viral! Warga Diduga Siram Air Bekas Kotoran ke Jalan saat Orang Mau Salat. Gambar: X/@neVerAl0nely___

Banten, MPN Indonesia 4 Juni 2026 - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan dugaan penyiraman air ke jalan saat warga hendak salat.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Pondok Makmur, Kelurahan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten.

Aksi itu memicu protes warga setempat karena air yang disiram diduga merupakan air kotor bekas cucian dan kotoran hewan.

Pengurus RW 07, Heri, mengatakan air yang dibuang ke jalan tidak hanya air bekas kotoran hewan, tetapi juga berbagai jenis limbah rumah tangga lainnya.

“Yang jelas gini, air itu bekas pel anjing, mungkin juga bekas apa, sisa masak ya, Pak ya. Sisa masak kayak nasi, kayak gitu, itu dibuang ke jalan. Seperti itu,” kata Pengurus RW 07 Heri, Selasa (2/6), dikutip MPN Indonesia dari detiknews.

Menurut Heri, penyiraman tersebut dilakukan dari atas pagar rumah dan terkadang mengenai jemaah yang hendak salat.

“Yang bikin resah warga ini penyiramannya nggak di bawah aja. Penyiramannya itu melalui atas, gitu loh. Kadang-kadang juga mengenai jemaah,” katanya.

Berlangsung sejak 2021

Ketua RW 07, Sumardi, menyebut persoalan tersebut telah berlangsung sejak 2021 dan mulai memuncak pada 2024.

“Itu sejak 2024 yang mulai viral itu 2024 ya. Itu sebenarnya berawal dari selisih, perselisihan antara ya hidup bermasyarakat antar-tetangga,” katanya.

Sumardi menyatakan pihaknya sangat terbuka melakukan mediasi agar permasalahan tidak berlarut.

“Kalau masih ingin tinggal di sini, ayo kita gabung. Karena sifat kita itu tidak menghakimi, tapi mengajak kembali mereka untuk bersosial masyarakat sesuai dengan normatif,” katanya.

Dipanggil Polisi

Polsek Pasar Kemis Polresta Tangerang kemudian memanggil pria penyiram air yang berinisial A (42), beberapa warga, serta perangkat lingkungan setempat untuk klarifikasi.

Baca Juga:  Viral! Warga Kompak Soraki Mobil Jip yang Terobos CFD di Margonda

“Pada pertemuan itu sudah terjadi kesepakatan dan saudara A tidak diperbolehkan melakukan penyiraman lagi,” kata Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi kepada wartawan, Selasa (2/6).

Terkait dugaan kekerasan, Humaedi menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 22.30 WIB.

“Keduanya dimintai klarifikasi mengenai peristiwa tersebut sekaligus terkait laporan dugaan kekerasan yang disebut dialami oleh A,” kata AKP Humaedi.

Saat itu A baru pulang ke rumah bersama istrinya. Saat hendak membuka pagar, ia dihampiri beberapa orang dan mengajaknya ke pos RT.

“Berdasarkan pengakuan A, beberapa orang tersebut menarik leher A lalu membawa ke pos RT,” ujar Humaedi.

A mengaku dicecar pertanyaan dan diminta mengaku sudah menyuruh istrinya menyiram air ke jalan. Namun, A enggan mengiyakan hal itu karena merasa tak pernah melakukannya.

Saat A hendak merekam apa yang sedang terjadi, ia mengaku mendapat pukulan. Ia pun melapor ke polisi.

Humaedi mengatakan sejak A melaporkan dugaan kekerasan itu, video penyiraman tersebut kemudian beredar di media sosial.

“Berdasarkan pengakuan A dan istri, air yang disiramkan ke jalan adalah air sabun bekas membersihkan lantai rumah,” kata Humaedi.

Alasan penyiraman tersebut disebut untuk mengurangi debu.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending