Connect with us

Viral

Wahana Permainan ‘Ombak Banyu’ di Purworejo Roboh, 10 Orang jadi Korban

Wahana permainan pasar malam Ombak Banyu di Desa Kaliboto, Purworejo, Jawa Tengah, roboh hingga menyebabkan 10 orang mengalami luka-luka.

Logompn

Published

on

Wahana permainan 'ombak banyu' di purworejo roboh, 10 orang jadi korban
Wahana Permainan 'Ombak Banyu' di Purworejo Roboh, 10 Orang jadi Korban | Gambar: Kolase TikTok/@popfmindonesia

Jawa Tengah, MPN Indonesia 13 Oktober 2025 - Wahana permainan pasar malam Ombak Banyu di Desa Kaliboto, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, roboh pada Sabtu malam (11/10) sekitar pukul 20.30 WIB.

Peristiwa kecelakaan di area publik ini menyebabkan 10 orang mengalami luka-luka hingga dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Dari kejadian tersebut terdata 10 pengunjung yang sedang menaiki wahana tersebut mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan pertolongan Puskesmas Bener, dan tidak ada yang dirawat inap, semua diperbolehkan pulang,” ungkap Kasatreskrim Polres Purworejo, AKP Catur Agus Yudo kepada wartawan, Minggu (12/10).

Kronologi Robohnya Wahana

Detik-detik robohnya wahana Ombak Banyu sempat terekam dalam sebuah video berdurasi kurang lebih 50 detik.

Lewat video yang diunggah akun TikTok @popfmindonesia pada Senin (13/10), wahana awalnya terlihat beroperasi seperti biasa dengan sejumlah orang di atasnya.

Tak lama kemudian, wahana tersebut roboh ke arah belakang hingga patah dan ambruk, diiringi jeritan penumpang dan pengunjung yang panik.

“Wahana permainan Ombak Banyu di Pasar Malam Kaliboto, Kecamatan Bener, Purworejo, mengalami insiden pada Sabtu malam (11/10). Bagian wahana tersebut dilaporkan patah saat beroperasi, menyebabkan kepanikan pengunjung,” tulis keterangan unggahan tersebut.

Kepala Dusun Kaliboto Kulon, Syamsudin, juga turut mengonfirmasi peristiwa tersebut.

Ia menyampaikan bahwa kerusakan dimulai dari robohnya salah satu tiang penyangga wahana dan menduga kerobohan tersebut disebabkan karena ada baut yang jebol.

“Kondisinya itu tiang penyangga buat as itu roboh,” kata Syamsudin saat dikonfirmasi pada Jumat.

Belum Ada Konfirmasi dari Pihak Wahana

Syamsudin dalam pernyataannya mengaku bahwa ia mengetahui insiden tersebut setelah diberitahu oleh seseorang di desanya yang mengatakan bahwa anaknya jadi salah satu korban robohnya wahana.

Baca Juga:  6 Personel Ditressiber Polda Jateng Diperiksa Propam Polri terkait Band Sukatani

Usai memastikan kondisi anaknya, ia menuju Puskesmas Maron untuk memeriksa warga lainnya yang menjadi korban.

“Untuk kondisinya ya ada yang lecet-lecet, yang ada yang itu kena tiang itu kayaknya ya agak kesleo atau gimana gitu,” terangnya.

Syamsudin menyebut, pihak pengelola wahana telah memberikan nomor kontak kepada warga jika ada keluhan lanjutan dari korban.

“Kayaknya dia sudah ngasih nomor HP bilamana ada kelanjutan, sakit apa-apa suruh menghubungi langsung sama pihak wahana,” ujar Syamsudin.

Namun, hingga saat ini belum ada informasi lanjutan mengenai penyelidikan terhadap kelayakan wahana atau tanggung jawab pihak pengelola atas kecelakaan tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Trending