Connect with us

Viral

2 Sekolah Internasional di Tangsel Dapat Teror Bom, Polisi Pastikan Tak Ada Bahan Peledak

Pihak kepolisian memastikan tidak ada bahan peledak usai dua sekolah internasional di Tangerang Selatan mendapat pesan teror bom.

Logompn

Published

on

2 sekolah internasional di tangsel dapat teror bom, polisi pastikan tak ada bahan peledak
2 Sekolah Internasional di Tangsel Dapat Teror Bom, Polisi Pastikan Tak Ada Bahan Peledak | Gambar: Kolase TikTok/@blupen.id

MPN Indonesia 8 Oktober 2025 - Dua sekolah internasional di Tangerang Selatan (Tangsel) menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp dan email pada Selasa (7/10).

Kedua lokasi tersebut adalah Jakarta Nanyang School di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dan Mentari Intercultural School di Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan.

“Pada pagi hari kami mendapatkan informasi adanya teror bom di Jakarta Nanyang School. Kami dari Polres Tangerang Selatan bersama Polsek Pagedangan langsung mendatangi lokasi, berkoordinasi dengan pihak sekolah, mengamankan area, serta menghubungi tim Jibom Gegana Brimob Polda Metro Jaya,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (7/10).

Tim penjinak bahan peledak dari Satuan Brimob Polda Metro Jaya juga dikerahkan ke Mentari Intercultural School di Pondok Aren. Namun, setelah dilakukan penyisiran di kedua sekolah, tidak ditemukan bahan peledak di area tersebut.

“Puji Tuhan, Alhamdulilah, tidak ditemukan bahan peledak atau bom dan sejenisnya di Sekolah Mentari Intercultural School,” jelas Victor.

Gandeng Tim Siber Buat Selidiki Asal Usul Pesan Teror

Ancaman pertama diterima oleh Jakarta Nanyang School di wilayah Pagedangan, Kabupaten Tangerang usai menerima informasi bahwa terdapat bom yang diletakkan di lokasi sekolah.

Sementara itu, teror yang diterima oleh Sekolah Mentari Intercultural School di Bintaro, Kecamatan Pondok Aren baru diketahui pada siang hari.

Namun, usai pihak sekolah melaporkan pesan teror tersebut, kepolisian dan tim penjinak bom tidak menemukan tanda-tanda adanya bom setelah dilakukan penyisiran dan pengamanan.

“Tidak ditemukan adanya bom atau bahan peledak sesuai dengan informasi teror yang disampaikan melalui WhatsApp,” ujar Victor.

Pihak kepolisian memastikan bahwa situasi di kedua sekolah kini aman dan kondusif, namun penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap sumber pengirim pesan teror.

Baca Juga:  Guru SD di Nias yang Tak Datang Sebulan Ternyata Harus Jalan Kaki 2 Jam untuk sampai di Sekolah

“Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menelusuri asal-usul pesan ancaman, dengan menggandeng tim cyber dari Polda Metro Jaya,” ungkapnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending