Connect with us

Viral

Wakil BGN Menangis Minta Maaf Imbas Maraknya Kasus Keracunan MBG

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, minta maaf sambil menangis imbas kasus keracunan massal MBG di Bandung Barat.

Logompn

Published

on

Wakil bgn menangis minta maaf imbas maraknya kasus keracunan mbg
Wakil Kepala BGN Menangis Minta Maaf saat Konferensi Persi di Gedung BGN, Jumat (26/9). Gambar: Kolase Tangkapan Layar [email protected]

MPN Indonesia 27 September 2025 - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka sambil menangis pada Jumat (26/9) di Gedung BGN, Jakarta Pusat.

Permintaan maaf tersebut disampaikan menyusul kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Nanik Sampaikan Permintaan Maaf

Permintaan maaf itu disampaikan Nanik mewakili institusinya, Badan Gizi Nasional.

Dalam konferensi pers, ia menyatakan permohonan maaf yang mendalam atas insiden yang terjadi.

“Dari hati saya yang terdalam, saya mohon maaf. Atas nama BGN, atas nama seluruh SPPG di Indonesia, saya mohon maaf,” ujar Nanik dalam konferensi pers, Jumat (26/9).

Nanik mengaku emosional saat menyampaikan permintaan maaf, terutama setelah melihat video kondisi para siswa yang terdampak.

Ia menyatakan kesedihannya sebagai seorang ibu yang tak kuasa melihat anak-anak menjadi korban.

“Saya seorang ibu, melihat gambar-gambar di video, sedih hati saya. Kalau anak saya panas saja saya sudah stres bukan main, apalagi melihat anak-anak,” ujarnya.

Selama konferensi pers berlangsung, Nanik beberapa kali menyeka air matanya dan sempat dibantu oleh seorang staf yang memberikan tisu.

Suaranya terdengar tercekat saat melanjutkan pernyataannya mengenai tanggung jawab BGN dalam pelaksanaan program MBG.

“Ini bukan masalah angka, tetapi satu nyawa pun, satu anak pun sakit itu adalah menjadi tanggung jawab kami, kesalahan kami sebagai pelaksana untuk harus memperbaikinya secara total,” ucapnya.

Baca Juga:  Pemerintah Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan dan Sewa Rumah untuk Korban Ledakan di Pondok Cabe

Ia juga menyampaikan permohonan maaf langsung kepada para siswa dan orang tua di seluruh Indonesia, serta berjanji bahwa kejadian serupa tidak akan terulang.

“Sekali lagi, pada anak-anak saya tercinta se-Indonesia dan juga orang tua, saya mohon maaf atas nama BGN, dan janji tidak akan lagi terjadi. Kami juga mohon dukungan ke semua pihak. Untuk berikutnya saya mohon ke masyarakat ikut mengawasi jalannya dapur MBG,” imbuhnya.

Kasus Keracunan di Bandung Barat

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat hingga Kamis (25/9) mencatat jumlah total korban keracunan akibat konsumsi makanan MBG mencapai 1.333 orang.

Kasus ini berasal dari tiga kejadian berbeda di dua kecamatan, yakni Cipongkor dan Cihampelas.

Rincian kasus sebagai berikut:

Klaster SPPG Cipari (Cipongkor)

  • Waktu kejadian: Senin (22/9) – Selasa (23/9)
  • Jumlah korban: 393 orang

Klaster Cihampelas

  • Jumlah korban: 192 orang, dengan rincian:
    • 176 siswa SMKN 1 Cihampelas
    • 7 siswa MA Al Mukhtariyah
    • 8 siswa MTs Al Mukhtariyah
    • 1 siswa SDN 1 Cihampelas

Klaster SPPG Desa Neglasari, Citalem, dan Cijambu (Cipongkor)

  • Jumlah korban baru (keracunan kedua): 730 orang

Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, mengonfirmasi bahwa kasus kedua terjadi dengan jumlah korban lebih besar, yakni 730 orang.

Gejala yang dialami korban meliputi mual, pusing, hingga sesak napas setelah menyantap makanan program MBG.

Kondisi Korban

Sebagian besar korban merupakan pelajar dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).

Berdasarkan pantauan di Posko Kecamatan Cipongkor, sejumlah korban masih menjalani perawatan medis hingga Kamis (25/9).

Dalam konferensi pers yang sama, Nanik juga memutar video yang memperlihatkan kondisi dapur dan temuan kejanggalan dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG.

Baca Juga:  Kejagung Pastikan 17.600 Motor Listrik dalam Kasus MBG Tetap Boleh Didistribusikan

Ia menegaskan bahwa BGN sebagai penanggung jawab utama program tersebut akan bertanggung jawab penuh dan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

(AKM/NID/RAD)

Trending