Connect with us

Viral

WN Rusia Tewas Gantung Diri di Bali, Tinggalkan Surat Wasiat soal Perang

Seorang WNA asal Rusia ditemukan meninggal dunia gantung diri di garasi rumahnya di Kerobokan Kaja, Badung. Polisi temukan surat wasiat dan pastikan korban bunuh diri.

Logompn

Published

on

Wn rusia tewas gantung diri di bali, tinggalkan surat wasiat soal perang
Ilustrasi Seseorang Tewas Akibat Bunuh Diri. Gambar : Ilustrasi Canva

Bali, MPN Indonesia 3 Januari 2026 - Seorang perempuan Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia berinisial VG (50) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di garasi rumah tempat tinggalnya di Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (1/1).

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh karyawan yang bekerja di rumah korban sekitar pukul 10.00 hingga 10.45 WITA.

Berdasarkan keterangan kepolisian, WN Rusia tersebut ditemukan dalam kondisi tergantung dengan tubuh yang telah menunjukkan tanda-tanda lebam mayat.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan surat wasiat yang ditulis korban dalam bahasa Inggris dan diletakkan di meja ruang tamu rumahnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, kepolisian berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Rusia guna menghubungi pihak keluarga korban.

Kronologi Penemuan Jenazah

Saksi berinisial NWL, yang bekerja di rumah korban, menjelaskan bahwa pada Kamis (1/1) sekitar pukul 10.00 WITA, dirinya datang ke rumah tersebut untuk memberi makan kucing milik korban. Saat itu, saksi melihat lampu garasi masih menyala.

Ketika masuk ke garasi untuk mematikan lampu, saksi mendapati korban sudah dalam posisi tergantung.

Dalam kondisi terkejut dan ketakutan, saksi segera berlari keluar rumah untuk meminta bantuan warga sekitar, lalu menghubungi pemilik rumah dan aparat setempat.

Pejabat Sementara (PS) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan kondisi korban saat ditemukan.

“Posisi dan kondisi korban ditemukan dalam keadaan tergantung di garasi rumah dan terlihat badan korban sudah dalam keadaan lebam mayat,” ujar Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1).

Baca Juga:  Ngeri! Lebih dari Sejuta Pengguna ChatGPT Setiap Pekannya Bahas Niat untuk Bunuh Diri

Setelah menerima laporan, petugas Polsek Kuta Utara bersama tim identifikasi Polres Badung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa saksi-saksi.

Sekitar pukul 12.50 WITA, jenazah korban dievakuasi menuju RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk penitipan jenazah.

Dari hasil pemeriksaan awal, kepolisian memastikan korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri.

Isi Surat Wasiat Korban

Dalam pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan sepucuk surat wasiat yang ditulis korban dan diletakkan di meja ruang tamu.

Surat tersebut ditulis dalam bahasa Inggris dan memuat penjelasan mengenai kondisi ekonomi korban yang memburuk serta dampak konflik di negara asalnya.

Dalam salah satu bagian surat, korban menuliskan, “Saya tidak punya uang lagi untuk bertahan hidup. Dulu saya berhenti bekerja karena hati nurani saya tidak mengizinkan saya membayar pajak kepada Rusia fasis untuk perang ini. Putin telah mengambil segalanya dari saya. Tidak ada hal baik di depan, jadi tidak ada alasan dan kekuatan untuk melanjutkan.”

Selain menjelaskan alasan mengakhiri hidupnya, korban juga mencantumkan sejumlah permintaan terkait hewan peliharaan, barang pribadi, serta penanganan jenazah.

Korban meminta agar kucing peliharaannya bernama Kisa dirawat dengan baik, memberikan izin donor organ jika memungkinkan secara hukum di Indonesia, serta meminta agar pakaian layak pakai disumbangkan kepada pihak yang membutuhkan.

Terkait penanganan jenazah, korban menuliskan, “Tolong kremasi tubuh saya atau apa pun yang tersisa setelah kemungkinan donor organ di sini di Bali. Saya ingin abu saya ditebarkan di laut. Saya telah meninggalkan Rp60 juta untuk kremasi. Saya yakin jumlah itu cukup. Tidak perlu upacara, lakukan dengan cepat dan tenang.”

Dalam surat tersebut, korban juga meminta agar kabar kematiannya disampaikan kepada saudaranya yang berinisial T.G.

Baca Juga:  Pria di Pasar Minggu Akhiri Hidup Usai Putus dengan Pacar, Ditemukan Gantung Diri di Kosan

Keterangan Polisi dan Barang Bukti

Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan, korban diketahui pernah menjalani pemeriksaan medis di RS Garba Med.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter menyatakan korban mengalami depresi.

Keterangan saksi juga menyebutkan bahwa korban hampir tidak pernah keluar rumah dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang milik korban berupa uang tunai dengan rincian Rp60 juta, 5 dolar Amerika Serikat, 2 dolar Singapura, dan 4.400 baht Thailand, serta identitas diri korban. Seluruh barang tersebut diamankan sebagai barang bukti.

“Sehingga dapat dipastikan korban meninggal dunia karena bunuh diri yang diduga mengalami depresi, diperkuat dengan keterangan saksi dan surat wasiat yang ditinggalkan korban di ruang tamu,” pungkas Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti.

Saat ini, pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk proses administratif lanjutan, termasuk pemberitahuan resmi kepada keluarga korban melalui perwakilan negara asalnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending