Connect with us

Entertainment

Akui Rumahnya Pakai Tanah Negara, Aura Cinta Tetap Tak Setuju Ada Penggusuran Sepihak

Aura Cinta menyatakan tak setuju terhadap proses penggusuran rumah yang dilakukan secara sepihak.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 16t133629.971
Aura Cinta Tetap Tak Setuju Ada Penggusuran Sepihak | Gambar: YT/dr. Richard Lee, MARS

MPN Indonesia 16 Mei 2025 - Aura Cinta menyatakan ketidaksetujuannya terhadap proses penggusuran rumah yang dinilainya dilakukan secara sepihak, meski ia mengakui bahwa rumahnya berdiri di atas tanah negara.

Hal ini diungkapkan dalam podcast bersama Richard Lee. Aura menekankan bahwa masalah utama bukan soal kepemilikan tanah, tetapi proses penggusuran yang dinilai tidak manusiawi.

Aura Minta Hak Kemanusiaan

Dalam percakapan tersebut, Richard Lee menanyakan secara langsung kepada Aura soal status tanah yang ditempatinya. Aura menjawab tegas bahwa tanah tersebut adalah milik negara.

Namun menurutnya, penolakan yang disuarakannya bukan untuk mempertahankan hak milik atas tanah, melainkan menuntut perlakuan manusiawi terhadap warga terdampak.

“Saya gak mertahanin tanah, kalau mau diambil ya silahkan. Kita kan cuma minta hak kemanusiaan, karena kita digusur ini kurang ada rasa kemanuasiaanya,” ujar Aura, dikutip MPN Indonesia dari YouTube dr. Richard Lee, MARS.

Ia menggambarkan kondisi penggusuran yang dialami warga seperti perlakuan terhadap hewan.

“Penggusuran ini ngusir para korban ini seperti hewan. Jadi, gusur tinggal gusur. Intimidasi,” kata Aura.

Aura Cinta Sebut Rumahnya Jauh dari Kali

Aura Cinta menjelaskan lebih lanjut mengenai posisi rumahnya yang menurutnya tidak berdiri langsung di atas saluran air atau kali.

“Rumah saya pribadi ya, tanahnya ini tuh dari kali ke rumah saya tuh masih ada jarak jauh, bukan benar-benar di atas kali atau benar-benar di samping kali tuh enggak,” jelasnya.

Oleh sebab itu ia mempertanyakan apakah seluruh wilayah tersebut memang perlu digusur tanpa terkecuali.

Lebih jauh, Aura menyampaikan bahwa jika dirinya memiliki posisi sebagai pemimpin daerah, ia akan mengambil pendekatan berbeda dengan mengutamakan musyawarah.

Baca Juga:  BPOM Buka Suara usai Video Viral Ikan Asin yang Diduga Disemprot Baygon

Ia menilai bahwa pendapat dan kebutuhan warga harus didengar sebelum pemerintah melakukan tindakan seperti penggusuran.

Richard Lee Beri Saran ke Aura

Dalam podcast tersebut, Richard Lee juga mencoba memberi masukan kepada Aura untuk mempertimbangkan sudut pandang lain.

Ia menyarankan Aura melihat dari perspektif lain seperti Dedi Mulyadi untuk memperluas pemahamannya mengenai kebijakan publik.

“Ada baiknya kamu juga boleh melihat dari sisinya Kang Dedi juga. Itu yang bisa merubah mindset kamu menjadi orang kaya nantinya,” kata Dedi.

“Jangan kamu menggunakan mindset, mohon maaf ya, mindset kamu yang ada sekarang. Kalau kamu pengin menjadi orang sukses, kamu pengin menjadi orang yang kaya, boleh pertimbangkan lagi untuk pendapat-pendapat seperti Kang Dedi Mulyadi atau teman-teman lainnya,” imbuhnya.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending