Selebriti
Deddy Corbuzier Pernah Kritik Anak soal MBG, Feri Amsari: Gimana Om Ded, Mau Minta Maaf Nggak?
Feri Amsari desak Deddy Corbuzier minta maaf usai ucapannya soal anak-anak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik di tengah kasus keracunan.
MPN Indonesia 2 Oktober 2025 - Pakar hukum tata negara Feri Amsari mendesak Deddy Corbuzier untuk menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang dinilai menghina anak-anak penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kritik itu ia sampaikan melalui akun X pribadinya, @feriamsari pada Sabtu (27/9).
“Dulu Mas Letkol Deddy Corbuzier menghina respons anak-anak soal makan bergizi gratis. Sekarang setelah tahu selain tidak enak, MBG juga beracun dan berbelatung (ada juga yang berkaca),” tulis Feri dalam unggahannya, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (1/10).
Kritik ini muncul setelah maraknya kasus keracunan yang dialami pelajar usai mengonsumsi makan bergizi gratis di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Bandung Barat dan Ketapang, Kalimantan Barat.
Pernyataan Deddy Corbuzier dan Permintaan Maaf
Pernyataan Deddy yang menjadi sorotan berasal dari video pendek di Instagram pribadinya pada Jumat (17/1).
Dalam video itu, ia menyindir anak-anak dengan ucapan kasar, “Kurang enak? Kurang enak kepala lo p*a,” sambil membandingkan dengan anaknya, Azka, yang disebut tidak pernah mengeluh soal makanan saat menemaninya syuting.
Ucapannya menuai kecaman publik dan desakan agar ia meminta maaf.
Menanggapi hal ini, Deddy akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dalam perbincangan dengan Feri Amsari di kanal YouTube pribadinya pada Rabu (1/10).
“Tapi, saya minta maaf,” ujar Deddy sambil menangkupkan tangan di dada.
Ia mengakui cara penyampaiannya salah karena dilakukan dalam kondisi emosi.
“Karena cara saya menyampaikan jelek dan salah,” katanya.
Deddy menjelaskan reaksi itu muncul karena heran terhadap banyaknya protes terhadap program yang menurutnya memiliki niat awal yang baik.
“Waktu itu saya emosi, karena saya mikir, ‘Ini kenapa ya, udah dikasih makanan untuk anak-anak, tapi kenapa isinya protes,” jelasnya.
Kasus Keracunan Massal dalam Program MBG
Kasus keracunan massal akibat makanan MBG terjadi di berbagai wilayah, terutama Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat per Rabu (24/9) mencatat 911 siswa mengalami gejala keracunan dari dua kejadian:
- Senin (22/9): 411 siswa
- Selasa (23/9): 500 siswa
Sebaran terbanyak terjadi di Kecamatan Cipongkor (400 siswa) dan Desa Citalem (100 siswa).
Kasus serupa juga dilaporkan di SDN 12 Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Para siswa diduga keracunan setelah menyantap olahan ikan hiu dari menu MBG.
Data Nasional Kasus Keracunan MBG
Secara nasional, Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga Selasa (16/9) terdapat 60 kasus keracunan dengan 5.207 penderita.
Sementara itu, data BPOM per Rabu (10/9) menunjukkan 55 kasus dengan 5.320 penderita. Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus terbanyak, yakni 2.012 kasus.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, turut menyampaikan permohonan maaf.
“Saya mohon maaf atas nama BGN, atas nama seluruh SPPG di Indonesia,” ungkap Nanik kepada wartawan di Gedung BGN, Jakarta Pusat, pada Jumat (26/9).
Ia menegaskan tanggung jawab penuh pihaknya atas insiden tersebut.
“Satu anak pun sakit, itu adalah menjadi tanggung jawab kami,” tegasnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
