Connect with us

Selebriti

Diduga Merusak Citra Baik Warga Palembang, Willie Salim Dilaporkan ke Polisi

Konten kreator Rondot melaporkan Willie Salim ke Polda Sumsel atas dugaan pencemaran nama baik warga Palembang terkait video “Tragedi Rendang Hilang.

Logompn

Published

on

Diduga merusak citra baik warga palembang, willie salim dilaporkan ke polisi
Diduga Merusak Citra Baik Warga Palembang, Willie Salim Dilaporkan ke Polisi. Gambar : Kolase Instagram/@willie27_

MPN Indonesia 24 Maret 2025 - Konten kreator asal Palembang, Rondot, secara resmi melaporkan rekan seprofesinya, Willie Salim, ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan, atas dugaan pencemaran nama baik warga Palembang.

Laporan ini dipicu oleh unggahan video Willie Salim berjudul “Tragedi Rendang Hilang”, yang dinilai Rondot berpotensi merusak citra masyarakat Palembang dan menggiring opini negatif.

Dugaan Penggiringan Opini Lewat Judul Video

Menurut Rondot, judul video “Tragedi Rendang Hilang” yang diunggah oleh Willie Salim dianggap menyesatkan dan dapat menimbulkan kesalahpahaman di kalangan publik.

Ia menilai penggunaan istilah “tragedi” dan “hilang” dalam konteks kuliner khas Sumatera Selatan tersebut menyiratkan adanya peristiwa kehilangan yang disengaja atau bahkan pencurian.

“Tragedi Rendang Hilang, berarti artinya hilang, ada yang mencuri gitu kan,” ujar Rondot, dikutip MPN Indonesia dari unggahan TikTok @media.lidik, pada Senin (24/3).

Ia menyampaikan keprihatinannya atas penggunaan judul tersebut, karena menurutnya, popularitas di dunia digital seharusnya tidak diperoleh dengan mengorbankan nama baik suatu daerah.

“Kita boleh mencari adsense, kita boleh tenar, tapi yang sangat disayangkan tenar hanya untuk menjatuhkan kota Palembang, ini yang kami sangat prihatin,” tambahnya.

Tindakan Hukum sebagai Bentuk Sikap Tegas

Sebagai konten kreator yang berasal dari Palembang, Rondot merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membela citra daerah asalnya.

Ia menyatakan bahwa opini publik yang terbentuk dari konten Willie Salim telah menimbulkan luka emosional di tengah masyarakat Palembang.

“Giringan opini seperti ini yang membuat luka terutama bagi masyarakat kota Palembang. Saya selaku content creator merasa terluka hati kami akibat statement ataupun penggiringan opini ini,” tegas Rondot.

Baca Juga:  Tak Takut Dilaporkan ke Polisi, Nikita Mirzani: Kalau Cuma Lapor-lapor Polisi Gampil Guys

Ia melanjutkan bahwa laporan ke Polda Sumatera Selatan merupakan langkah hukum yang diperlukan agar keadilan bisa ditegakkan.

Desakan Penegakan Hukum yang Tegas

Dalam laporannya, Rondot didampingi oleh kuasa hukum dari kantor Tulus Putra Laufrim serta perwakilan dari organisasi Gencar.

Ia menyampaikan permintaan secara langsung kepada Kapolda Sumatera Selatan agar kasus ini diproses sesuai ketentuan hukum tanpa diskriminasi.

“Saya berharap, izin Bapak Kapolda Sumatera Selatan, saya minta kita tegak lurus, siapapun itu, karena hukum tidak boleh tumpul ke bawah, harus benar-benar tegak lurus seadil-adilnya, sesuai hukum di Indonesia ini,” ungkapnya.

Meskipun membuka ruang untuk permintaan maaf dari Willie Salim, Rondot menegaskan bahwa penyelesaian tidak bisa dilakukan hanya melalui permintaan maaf secara lisan.

Ia menekankan pentingnya proses hukum yang transparan dan adil agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Ya sah-sah saja, silakan minta maaf, dan saya juga sebagai muslim memaafkan. Tetapi tidak dengan kasus ini untuk di-stop, karena ini bukan usul minta maaf saja, tapi bagaimana kita harus menjalankan hukum sebenar-benarnya,” ujarnya.

Belum Ada Tanggapan Resmi dari Willie Salim

Hingga saat ini, Willie Salim belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan yang dilayangkan terhadapnya. Kasus ini masih menunggu tindak lanjut dari pihak kepolisian.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending