Connect with us

Selebriti

Dr. Tirta Emosi saat Bela Dokter Spesialis Jantung usai Disuruh “Belajar Lagi” oleh Netizen

Dr. Tirta membela dr. Bobby Arfhan Anwar terkait pernyataan GERD tidak menyebabkan sakit jantung. Penjelasan medis ini menanggapi kritik netizen.

Logompn

Published

on

Dr. tirta buka suara usai dr. bobby dihujat netizen soal gerd dan serangan jantung
dr. Tirta buka suara. Gambar: Instagram/@dr.tirta.

MPN Indonesia 26 Januari 2026 - Dr. Tirta memberikan pembelaan terhadap dr. Bobby Arfhan Anwar, spesialis jantung dan pembuluh darah, yang menuai kritik dari netizen usai memberikan pernyataan terkait gastroesophageal reflux disease (GERD) dan kaitannya dengan penyakit jantung.

Kegaduhan ini bermula dari unggahan akun Threads dan Instagram @dr.bobbyjantung yang dibuat pada Sabtu (24/1).

“GERD ga bikin sakit jantung. Udah itu aja,” tulisnya dalam Threads dan Instagram @dr.bobbyjantung pada Sabtu (24/1), dikutip MPN Indonesia pada Senin (26/1).

Unggahan tersebut viral dan menimbulkan perdebatan di media sosial, menyusul meninggalnya selebgram Lula Lahfah karena komplikasi asam lambung yang menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK).

Banyak netizen tidak sepakat dengan pernyataan dr. Bobby.

Beberapa warganet membandingkan pengalaman pribadi mereka, dan menilai bahwa GERD dapat berkaitan dengan gejala jantung.

“GERD anxiety memang gak bikin sakit jantung tapi bisa berhubungan dengan jantung, belajar lagi deh dok!” tulis akun Threads @ju*** yang kini telah dihapus.

“Ga bikin sakit jantung tapi oksigen ke darah untuk memompa jantung sangat minim..jd bisa mati!! Jangan bacot kalau blm pernah ngerasain serangan jantung akibat GERD ANXIETY!!!!!!!!!!” tulis akun Threads @mo***.

Menanggapi hal tersebut, dr. Tirta menyampaikan pembelaan terhadap rekan sejawatnya melalui unggahan Instagram.

Penjelasan Medis oleh dr. Tirta

Dr. Tirta menegaskan bahwa GERD, atau penyakit asam lambung, secara medis tidak menyebabkan serangan jantung mendadak.

“Itu jauh banget hubungannya kalau bisa menyebabkan serangan jantung, ya. Yang bisa menyebabkan kematian dadakan itu bener-bener adalah terkait jantung, biasanya dan terkait otak,” jelasnya dalam unggahan Instagram pribadinya @dr.tirta, dikutip MPN Indonesia pada Senin (26/1).

Ia juga menyatakan bahwa sensasi dada berdebar akibat naiknya asam lambung bukanlah indikasi adanya gangguan irama jantung.

Baca Juga:  Catat! Ini Waktu Terbaik untuk Makan Malam bagi Kesehatan Tubuh

“Nah, yang biasa terjadi, tapi nggak ada gejalanya tuh gangguan irama jantung, Mas. Gangguan irama jantung itu ada subspesialisasi sendiri. Gejalanya berdebar-debar nggak jelas, ternyata ada gangguan irama jantung. Nah, akhirnya berlanjut jadi serangan jantung, gitu, loh,” ujar dr. Tirta.

“GERD itu penyakit asam lambung naik, Mas, itu nama awamnya. Asam lambung naik berarti jebol esofagusmu, jauh hubungannya. Lah, terus kok bisa berdebar-debar ketika GERD? Ya, karena nyeri, tapi tidak langsung berhubungan berdebar-debar karena GERD,” tambahnya.

(ELG/NID/RAD)

Trending