Connect with us

Lifestyle

8 Cara Mengatasi Cegukan, Sederhana Banget!

Simak 8 cara mengatasi cegukan secara alami mulai dari menahan napas hingga minum air dingin.

Logompn

Published

on

8 Cara Mengatasi Cegukan, Sederhana Banget!
8 Cara Mengatasi Cegukan, Sederhana Banget! Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 9 Mei 2026 - Cegukan merupakan gangguan pada kesehatan fisik yang terjadi ketika diafragma mengalami kejang berulang dan menimbulkan suara “hik” akibat penutupan pita suara.

Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, biasanya berlangsung beberapa menit dan sering kali hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Cegukan dapat muncul ketika seseorang makan terlalu cepat, mengonsumsi minuman bersoda, atau menelan udara berlebihan.

Secara medis, cegukan terjadi ketika sesuatu mengiritasi saraf yang mengendalikan diafragma, termasuk saraf vagus dan saraf frenikus yang membentuk jalur refleks tubuh.

Iritasi tersebut menyebabkan diafragma berkontraksi secara tiba-tiba sehingga udara terhirup cepat dan glotis menutup mendadak, menghasilkan bunyi khas cegukan.

Meski umumnya tidak berbahaya, cegukan yang berlangsung lama dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dalam upaya mengatasi cegukan yang bersifat sementara, sejumlah metode sederhana dapat dilakukan secara mandiri di rumah.

Dikutip MPN Indonesia melalui laman Cleveland Clinic pada Sabtu (9/5), berikut delapan cara mengatasi cegukan yang dapat dicoba.

Cara Mengatasi Cegukan

Tahan Napas Sejenak

Menahan napas selama beberapa detik menjadi salah satu cara yang umum dilakukan untuk menghentikan cegukan.

Cara ini bertujuan meningkatkan kadar karbon dioksida di dalam darah yang dapat membantu meredakan kontraksi diafragma.

Setelah menahan napas, embuskan perlahan, lalu ulangi bila diperlukan.

Minum Air Dingin Sedikit Demi Sedikit

Menyeruput air dingin secara perlahan dapat membantu menghentikan cegukan.

Baca Juga:  Biar Paham, Ini Cara Membedakan Nyeri Punggung dengan Sakit Ginjal

Air dingin dipercaya dapat merangsang saraf yang terlibat dalam refleks cegukan sehingga kontraksi diafragma dapat mereda.

Tekan Mata secara Perlahan

Menekan bola mata secara perlahan dengan mata tertutup disebut dapat membantu merangsang saraf vagus.

Rangsangan ini diyakini dapat membantu menghentikan refleks cegukan yang terjadi secara tiba-tiba.

Tarik Lidah

Menarik lidah secara perlahan ke arah luar dapat membantu menstimulasi saraf dan otot di bagian tenggorokan.

Metode ini termasuk salah satu cara rumahan yang kerap digunakan untuk mengatasi cegukan sementara.

Gigit Lemon atau Cicipi Cuka

Rasa asam yang kuat dari lemon atau cuka dapat memberikan rangsangan pada saraf yang berperan dalam terjadinya cegukan.

Menggigit lemon atau mencicipi sedikit cuka menjadi salah satu metode yang sering dicoba.

Hembuskan Napas ke Dalam Kantong Kertas

Mengembuskan napas ke dalam kantong kertas (bukan plastik) dapat meningkatkan kadar karbon dioksida di dalam tubuh.

Cara ini dilakukan dengan bernapas perlahan ke dalam kantong kertas beberapa kali hingga cegukan mereda.

Telan Sedikit Gula Pasir

Menelan satu sendok gula pasir disebut dapat membantu menghentikan cegukan.

Tekstur gula yang kasar diyakini dapat merangsang bagian belakang tenggorokan dan memengaruhi refleks diafragma.

Berkumur atau Minum Air Es

Berkumur atau minum air es menjadi alternatif lain untuk meredakan cegukan.

Sensasi dingin yang kuat dapat membantu mengganggu pola refleks yang menyebabkan diafragma berkontraksi secara tiba-tiba.

Langkah Pencegahan

Selain melakukan cara-cara tersebut, pencegahan juga dapat membantu mengurangi risiko cegukan berulang.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain tidak terburu-buru saat makan atau minum, membatasi minuman berkarbonasi dan alkohol, serta menghindari makanan yang terlalu panas, terlalu dingin, atau pedas.

Baca Juga:  7 Manfaat Daun Sirsak yang Wajib Diketahui untuk Kesehatan Tubuh

Menghindari kebiasaan merokok dan mengunyah permen karet juga dianjurkan karena dapat menyebabkan penelanan udara berlebih.

Apabila cegukan berlangsung lebih dari 48 jam atau sering kambuh hingga memengaruhi aktivitas, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan lain, seperti penyakit saluran pencernaan, gangguan sistem saraf pusat, kondisi paru-paru, atau efek samping obat tertentu.

Dalam situasi tersebut, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

 (ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending