Connect with us

Selebriti

Semprot Menteri LH soal Kayu Gelondongan di Aceh, Chiki Fawzi: Bantuin Warga Dong Bersihin Gelondongan Kayunya

Chiki Fawzi mengkritik pernyataan Menteri Lingkungan Hidup soal kayu gelondongan pascabencana Aceh dan mendesak pemerintah turun tangan.

Logompn

Published

on

Semprot menteri lh soal kayu gelondongan di aceh, chiki fawzi bantuin warga dong bersihin gelondongan kayunya
Semprot Menteri LH soal Kayu Gelondongan di Aceh, Chiki Fawzi: Bantuin Warga Dong Bersihin Gelondongan Kayunya. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@chikifawzi

Aceh, MPN Indonesia 22 Desember 2025 - Chiki Fawzi menyampaikan kritik terbuka kepada Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq terkait pernyataannya mengenai volume kayu gelondongan pascabencana banjir bandang dan longsor di Aceh.

Kritik tersebut disampaikan melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @chikifawzi, pada Rabu (17/12).

Dalam video tersebut, Chiki menyoroti perbedaan antara pernyataan menteri dengan kondisi di lapangan yang masih dipenuhi tumpukan kayu besar di permukiman warga terdampak.

“Kata Pak Menteri Lingkungan Hidup, kayunya nggak banyak. Mohon maaf, lihat nih Pak. Bantuin warga dong, bersihin gelondongan-gelondongan kayunya,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia pada Senin (22/12).

Warga Kesulitan Bersihkan Material Kayu

Dalam rekaman yang diunggah, Chiki menunjukkan langsung tumpukan kayu gelondongan yang masih berserakan di kawasan terdampak bencana alam.

Ia menilai material kayu berukuran besar tersebut tidak mungkin dibersihkan warga tanpa dukungan alat berat dan bantuan pemerintah.

“Ini aja saya bingung nih melihatnya gimana bersihinnya. Warga juga bingung banget, energinya udah makin tipis,” tambahnya.

Ia pun meminta pemerintah segera turun tangan agar warga dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

“Pak Pemerintah, tolong bantuin bersihin gelondongan kayunya biar masyarakat di sini dan di tempat-tempat kebencanaan lainnya itu bisa segera menjalani hidup yang normal,” ucap Chiki.

Dalam unggahan yang sama, Chiki menegaskan harapannya agar pemerintah tidak hanya menyampaikan pernyataan, tetapi hadir langsung di lapangan.

“Oke, ditunggu ya pemerintah bantuannya, bersihin gelondongan kayu ini. Yap,” tegasnya.

Soroti Lambannya Penanganan Pascabencana

Sebelumnya, Chiki Fawzi diketahui meninjau langsung lokasi bencana di Sibolga, Sumatra Utara, serta Aceh Tamiang, Aceh.

Baca Juga:  Sambil Menangis, Gubernur Aceh: Ada Beberapa Kampung Hilang Entah Kemana

Dari hasil kunjungannya, ia menyampaikan kekhawatiran terhadap lambannya penanganan pascabencana, khususnya dalam membersihkan sisa-sisa kayu gelondongan yang menghambat aktivitas warga.

Selain persoalan teknis, Chiki juga mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilainya berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan dan berdampak langsung pada masyarakat.

“Tapi asli ya pemerintah, pemerintah kalian tuh harus banyak-banyak minta maaf sama rakyatnya. Lihat deh, ini gara-gara kebijakan kalian, gara-gara kekuasaan segelintir orang, segelintir penguasa, dampaknya bisa sebegitu sangat merusak,” tutur Chiki Fawzi.

Kasus Kayu Gelondongan Naik ke Tahap Penyidikan

Tumpukan kayu gelondongan di lokasi bencana kini menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan oleh Bareskrim Polri.

“Satu korporasi, bukan satu orang tersangka,” jelas Kapolri Listyo dalam keterangannya pada Jumat (19/12).

Penyidikan dilakukan melalui pemeriksaan saksi, pengumpulan alat bukti, serta uji forensik dengan melibatkan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Kapolri menyebut jumlah tersangka masih berpotensi bertambah seiring pendalaman perkara.

Ribuan Korban dan Kerusakan Infrastruktur

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (22/12), banjir bandang dan longsor di wilayah Aceh dan Sumatra menyebabkan 1.090 orang meninggal dunia dan 186 orang masih dinyatakan hilang.

Selain korban jiwa, tercatat 147.236 rumah rusak, 1.600 fasilitas umum terdampak, 434 rumah ibadah rusak, 219 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, 290 gedung atau kantor terdampak, 967 fasilitas pendidikan rusak, serta 145 jembatan mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya dampak bencana dan mendesak perlunya penanganan pascabencana yang lebih cepat, khususnya dalam membersihkan material kayu gelondongan yang masih menghambat kehidupan warga terdampak.

(ELG/NID/RAD)

Trending