Connect with us

Internasional

AS-Arab Saudi Sepakati Proyek Jual Beli Senjata Senilai Rp2.353 Triliun

Amerika Serikat dan Arab Saudi menyepakati proyek penjualan senjata senilai Rp2.353 triliun.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 15t105505.794
Presiden AS Donald Trump dan Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman saat foto bersama di Riyadh Arab Saudi, 13 Mei | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 15 Mei 2025 - Amerika Serikat dan Arab Saudi pada Selasa (13/5) secara resmi menyepakati proyek penjualan senjata senilai hampir USD142 miliar atau sekitar Rp2.353 triliun.

Kesepakatan ini diumumkan dalam lembar fakta Gedung Putih dan disebut sebagai “paket kerja sama pertahanan terbesar yang pernah dilakukan” oleh Washington.

Proyek ini diteken saat kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Riyadh, Arab Saudi.

Kerja Sama dengan Perusahaan Pertahanan AS

Paket tersebut mencakup kerja sama dengan lebih dari selusin perusahaan pertahanan AS, dengan lingkup bidang pertahanan udara dan rudal, pengembangan kekuatan udara dan luar angkasa, keamanan maritim, serta sistem komunikasi.

“Paket yang ditandatangani hari ini, sebagai kesepakatan kerja sama pertahanan terbesar dalam sejarah AS, merupakan bukti nyata komitmen kami dalam memperkuat kemitraan ini,” demikian pernyataan resmi Gedung Putih, dikutip MPN Indonesia dari Reuters.

Menurut laporan Reuters, meskipun tidak semua peralatan atau produsen disebutkan secara spesifik dalam dokumen resmi, perusahaan-perusahaan seperti Lockheed Martin Corp, RTX Corp, Boeing Co, dan Northrop Grumman Corp diperkirakan terlibat dalam proyek ini.

Lockheed Martin disebutkan kemungkinan besar akan memasok pesawat angkut C-130, sistem rudal, dan radar.

Lingkup dan Implikasi Kerja Sama Bilateral

Kesepakatan ini menandai babak baru dalam diplomasi dan hubungan internasional serta kerja sama bilateral antara Arab Saudi dan Amerika Serikat, terutama di bidang militer dan pertahanan.

Arab Saudi selama ini merupakan pelanggan terbesar senjata buatan AS, dengan kesepakatan penjualan senjata sebelumnya senilai USD110 miliar yang diajukan pada 2017.

Namun hingga 2018, hanya USD14,5 miliar dari penjualan tersebut yang terealisasi, terutama karena hambatan politik di Kongres AS menyusul kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Baca Juga:  Bus Jemaah Umrah WNI Terbakar dalam Perjalanan ke Madinah

Kendati kesepakatan baru ini tidak menyebut secara eksplisit keterlibatan jet tempur canggih F-35, dua sumber yang dikutip Reuters menyatakan bahwa diskusi tentang kemungkinan penjualan pesawat tersebut ke Arab Saudi telah dilakukan.

Akan tetapi, keputusan akhir terganjal oleh pertimbangan kebijakan militer Amerika Serikat yang menjamin keunggulan militer kualitatif (qualitative military edge) bagi Israel di kawasan Timur Tengah.

Diketahui, Israel saat ini merupakan satu-satunya negara di kawasan tersebut yang mengoperasikan F-35.

(ADN/NID/RAD)

Trending