Connect with us

Internasional

Pilot Beri Sinyal Kode Pembajakan, Pesawat Air India Mendarat Darurat

Pesawat Air India AI2030 mendarat darurat di Jaipur usai muncul sinyal pembajakan 7500. Sebanyak 306 penumpang selamat dan penyebabnya masih diselidiki.

Actress 1299250

Published

on

Pilot Beri Sinyal Pembajakan, Pesawat Air India Mendarat Darurat
Pilot Beri Sinyal Pembajakan, Pesawat Air India Mendarat Darurat. Gambar: Dok. Air India

Pesawat Air India dengan nomor penerbangan AI2030 melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Jaipur, India, Rabu (14/10).

MPN Indonesia 15 Oktober 2026 - Otoritas penerbangan India masih menyelidiki penyebab munculnya sinyal tersebut, termasuk dugaan kesalahan pilot.

“Pesawat mendarat dengan selamat di Jaipur. Badan keamanan terkait telah melakukan pemeriksaan yang diperlukan serta menyatakan pesawat dan awaknya aman. Seluruh penumpang turun, menjalani pemeriksaan keamanan, dan kini telah kembali naik ke pesawat. Penerbangan diperkirakan akan segera melanjutkan perjalanan ke Delhi,” bunyi pernyataan  Air India dikutip MPN Indonesia dari The Times of India, Kamis (15/10).

Pesawat jenis Boeing 787-9 tersebut mendarat sekitar pukul 09.35 waktu setempat.

Setelah mendarat, petugas mengarahkan pesawat menuju area isolasi khusus untuk menjalani pemeriksaan keamanan.

Kronologi Pesawat Air India Mengirim Sinyal Pembajakan

Pesawat tersebut mengambil jalur alternatif akibat penutupan wilayah udara Pakistan bagi maskapai penerbangan India.

Dalam perjalanan, sistem pengawasan lalu lintas udara mendeteksi kode transponder 7500 dari pesawat.

Kode internasional tersebut digunakan untuk menunjukkan kemungkinan pembajakan atau tindakan melawan hukum dalam penerbangan.

Petugas Air Traffic Control (ATC) Mumbai kemudian menghubungi awak pesawat untuk memastikan kondisi penerbangan.

Pilot menyatakan bahwa penerbangan berlangsung normal dan tidak ada gangguan di dalam kabin.

Awak pesawat juga membantah telah sengaja memasukkan kode tersebut.

Meski demikian, petugas tetap menjalankan prosedur keamanan dengan mengalihkan penerbangan menuju Jaipur.

Penumpang Dievakuasi dan Pesawat Diperiksa Petugas Keamanan

Setelah pendaratan darurat, otoritas bandara menempatkan pesawat di area parkir terisolasi. Petugas keamanan kemudian memeriksa kabin, bagasi penumpang, dan ruang kargo.

Baca Juga:  Singapore Airlines Hidangkan Makanan Olahan Daging Babi ke Penumpang Muslim

Sebanyak 306 penumpang dievakuasi dengan selamat dan dipindahkan ke terminal bandara. Pemeriksaan dilakukan sebelum penumpang diizinkan kembali memasuki pesawat.

Sejumlah unsur keamanan yang terlibat dalam penanganan insiden tersebut meliputi:

  • Central Industrial Security Force (CISF) atau Pasukan Keamanan Industri Pusat India.
  • Kepolisian setempat yang membantu pengamanan area bandara.
  • Bomb Detection and Disposal Squad (BDDS) atau tim pendeteksi dan penjinak bom.
  • Satuan Antiteror (ATS) yang turut mendukung operasi keamanan di darat.

Selain itu, National Security Guard (NSG) dilaporkan disiagakan di New Delhi berdasarkan informasi awal dari kepolisian.

Pihak Bandara Jaipur menyatakan seluruh penumpang dalam kondisi aman. Operasional terminal dan penerbangan lainnya juga dilaporkan tetap berlangsung normal.

Setelah pemeriksaan selesai, otoritas keamanan menyatakan pesawat dan awaknya aman. Para penumpang kemudian kembali naik ke pesawat untuk melanjutkan perjalanan menuju New Delhi.

Dugaan Kesalahan Pilot Masih Diselidiki

Otoritas India masih menyelidiki penyebab munculnya kode pembajakan pada penerbangan AI2030.

Kepala Otoritas Bandara Jaipur, Charan Singh, menyampaikan bahwa sinyal tersebut kemungkinan diaktifkan secara keliru atau tidak disengaja.

Namun, Singh belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai indikasi awal tersebut. Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA) masih memeriksa bagaimana kode 7500 dapat terkirim.

Sejumlah pilot senior Boeing 787 menyebut kemungkinan kode tersebut terpilih tanpa sengaja sangat kecil.

Mereka menjelaskan bahwa angka pada transponder harus dimasukkan secara manual.

Sementara itu, sejumlah petugas pengatur lalu lintas udara senior menyoroti kemungkinan gangguan perangkat lunak pada sistem ATC Mumbai.

Mereka menyebut sistem yang digunakan tergolong baru sehingga kemungkinan kesalahan teknis masih perlu diperiksa.

Penyelidikan dilakukan untuk menentukan apakah sinyal berasal dari pengaturan transponder pesawat, sistem ATC, atau faktor lainnya.

Baca Juga:  Sejoli di AS Nekat Panjat Puncak Gedung 443 Meter untuk Lamaran dan Buat Konten, Berujung Diringkus Polisi

(RAD/NID/RAD)



Trending