Connect with us

Internasional

Banjir Bandang Terjang Pakistan, 356 Orang Tewas

Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Pakistan akibat badai monsun sejak 15 Agustus lalu telah menewaskan sedikitnya 356 orang.

Logompn

Published

on

Banjir bandang terjang pakistan, 356 orang tewas
Banjir Bandang Terjang Pakistan, 356 Orang Tewas | Gambar: Reuters/Akhtar Soomro

MPN Indonesia 21 Agustus 2025 - Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Pakistan akibat badai monsun sejak 15 Agustus lalu telah menewaskan sedikitnya 356 orang.

Data Badan Pengelola Bencana Nasional Pakistan menunjukkan korban tewas terbanyak berasal dari Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Berdasarkan laporan CNA, di wilayah ini lebih dari 300 orang dilaporkan meninggal dunia.

Selain itu, 11 orang tewas di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan dan sembilan lainnya di Gilgit-Baltistan.

Insiden turut memakan korban dari kalangan aparat. Lima orang dilaporkan tewas setelah helikopter pemerintah jatuh saat melaksanakan misi bantuan.

Sulitnya Akses ke Daerah Terpencil

Hingga saat ini, operasi penyelamatan masih berlangsung di berbagai titik terdampak, namun petugas menghadapi kendala besar.

Menurut juru bicara badan penyelamat Khyber Pakhtunkhwa, Bilal Ahmed Faizi, curah hujan yang tinggi serta tanah longsor menyebabkan jalan tergenang dan memutus akses bantuan ke daerah terpencil.

Faizi menambahkan bahwa banyak petugas terpaksa berjalan kaki menuju lokasi bencana akibat penutupan jalan.

“Mereka berusaha mengevakuasi korban selamat, tetapi sangat sedikit orang yang pindah karena kematian kerabat atau orang terkasih mereka yang terjebak di reruntuhan,” kata Bilal Ahmed.

Pemerintah provinsi telah menetapkan sejumlah distrik yang terdampak parah sebagai daerah bencana, yaitu Buner, Bajaur, Swat, Shangla, Mansehra, dan Battagram.

Respons Pemerintah

Di kota Karachi yang berpenduduk lebih dari 20 juta jiwa, banjir akibat hujan deras membuat banyak jalan terendam hingga setinggi pinggang.

Aktivitas warga terhambat dan banyak yang terjebak di jalan saat pulang kerja dan sekolah.

Pemerintah setempat menetapkan keadaan darurat, menutup semua sekolah dan perguruan tinggi serta membentuk satuan tugas penanganan bencana.

Baca Juga:  BMKG Ingatkan Potensi Gempa Megathrust di Selat Sunda dan Mentawai

Perdana Menteri Shehbaz Sharif memerintahkan percepatan penanganan di distrik Buner, salah satu daerah terdampak paling parah.

Hingga kini, tim penyelamat masih mencari sekitar 150 orang yang dilaporkan hilang.

Menteri Informasi Attaullah Tarar menyatakan bahwa sebagian besar jalan telah dibersihkan, sehingga distribusi makanan dan kebutuhan pokok mulai dilanjutkan.

Warga Kecewa Tak Ada Peringatan Dini

Jalur udara menggunakan helikopter menjadi metode utama untuk menjangkau komunitas paling terdampak.

Meski demikian, keluhan warga tetap muncul, terutama dari desa-desa di distrik Buner, yang menyayangkan tidak adanya pengumuman atau peringatan melalui pengeras suara sebelum banjir datang.

Sementara itu, pemerintah menyatakan bahwa intensitas hujan dan kecepatan banjir menyulitkan proses peringatan dini.

(ADN/NID/RAD)

Trending