Internasional
ASEAN Tak Mau Balas Dendam ke AS soal Tarif Impor
Para Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) menyatakan sikap untuk tidak balas dendam terhadap tarif impor Amerika Serikat.
MPN Indonesia 16 April 2025 - Para Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) menyatakan sikap resmi untuk tidak melakukan tindakan balasan terhadap tarif impor yang diberlakukan Amerika Serikat (AS).
Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan khusus ASEAN Economic Ministers (AEM) Special Meeting yang dilaksanakan secara daring, Kamis (10/4).
Pertemuan itu dihadiri oleh perwakilan dari seluruh negara anggota ASEAN, termasuk delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Tidak Ingin Retaliasi AS
Dalam pertemuan tersebut, ASEAN menyatakan sangat prihatin terhadap langkah sepihak AS yang dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian dan tantangan besar dalam perdagangan global.
Kendati demikian ASEAN tetap memilih untuk tidak melakukan retaliasi. Langkah ini dianggap sebagai bentuk komitmen ASEAN terhadap sistem perdagangan berbasis aturan dan dialog konstruktif.
“Kami menyatakan niat bersama untuk terlibat dalam dialog yang jujur dan konstruktif dengan AS guna membahas isu-isu perdagangan,” demikian bunyi Pernyataan Bersama Para Menteri Ekonomi ASEAN, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi ASEAN.
“Dalam semangat tersebut, ASEAN berkomitmen untuk tidak memberlakukan tindakan balasan atas tarif yang dikenakan oleh AS,” imbuhnya.
ASEAN juga menekankan bahwa komunikasi terbuka dan kerja sama akan menjadi kunci untuk menjaga hubungan yang seimbang dan berkelanjutan dengan AS.
Dampak Kebijakan AS terhadap ASEAN
ASEAN menyoroti bahwa tarif baru dari AS berisiko mengganggu arus perdagangan dan investasi, termasuk rantai pasok regional dan global.
Hal ini dapat berdampak langsung terhadap pelaku usaha, khususnya UMKM, serta mengganggu stabilitas ekonomi kawasan.
Pada tahun 2024, AS tercatat sebagai mitra dagang terbesar kedua dan sumber penanaman modal asing (PMA) terbesar bagi ASEAN.
“Kebijakan ini juga akan mempengaruhi keamanan dan stabilitas ekonomi, mengganggu mata pencaharian jutaan orang di kawasan, serta menghambat kemajuan ekonomi di ASEAN, terutama di negara-negara berkembang,” kata para menteri ASEAN tersebut.
Penguatan Kerja Sama ASEAN-AS
Sebagai upaya mitigasi terhadap dampak kebijakan tarif dari AS, ASEAN menegaskan kembali komitmen untuk bekerja sama di bawah kerangka ASEAN-US Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) dan Rencana Kerja Expanded Economic Engagement (E3).
Tujuannya adalah untuk menjajaki solusi bersama dalam isu perdagangan dan investasi dua arah, serta meningkatkan konektivitas dan ketahanan rantai pasok berbasis teknologi digital dan inovasi.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa ASEAN juga mendorong pemanfaatan platform kerja sama seperti TIFA dan kemitraan strategis ASEAN-AS.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
