Internasional
Bengis! Israel Siksa Tahanan Palestina Pakai Penyakit Kudis
Palestinian Prisoners’ Club melaporkan dugaan penyiksaan tahanan Palestina dengan menggunakan penyakit kudis sebagai alat.
MPN Indonesia 17 Oktober 2024 - Palestinian Prisoners’ Club, organisasi hak asasi manusia (HAM) Palestina, mengungkapkan dugaan penyiksaan terhadap tahanan Palestina di penjara-penjara Israel menggunakan penyakit kudis sebagai alat penyiksaan.
Tuduhan ini muncul pada Selasa (15/10), menyusul peningkatan kekerasan di wilayah Palestina yang dipicu oleh agresi Israel terhadap Jalur Gaza sejak awal Oktober 2023.
Penyakit Kudis sebagai Alat Penyiksaan
Palestinian Prisoners’ Club menyatakan bahwa otoritas penjara Israel secara sistematis menggunakan penyakit kudis (scabies) sebagai bentuk pelecehan terhadap tahanan Palestina.
Organisasi ini menyebutkan bahwa penyakit tersebut menjadi masalah kesehatan yang umum di kalangan tahanan di penjara-penjara Israel.
Gejala kudis kerap terlihat pada tubuh para tahanan setelah mereka dibebaskan, dengan kondisi kesehatan memburuk akibat minimnya akses perawatan medis selama penahanan.
Dalam pernyataannya, Palestinian Prisoners’ Club menuduh bahwa hak atas perawatan medis bagi tahanan telah diubah menjadi alat penyiksaan.
Layanan Penjara Israel diduga tidak memberikan perawatan yang layak bagi tahanan yang terinfeksi kudis.
Alih-alih diobati, para tahanan dibiarkan menderita penyakit tersebut, yang memperparah kondisi fisik mereka.
Kondisi Fisik Tahanan
Laporan dan foto-foto yang dirilis oleh Palestinian Prisoners’ Club menunjukkan bahwa para tahanan yang dibebaskan dari penjara Israel mengalami perubahan fisik.
Banyak di antara mereka tampak kurus, lemah, dan menderita berbagai masalah kesehatan, beberapa di antaranya bersifat kronis.
Salah satu mantan tahanan dari Penjara Ramon di Israel selatan bahkan mengungkapkan bahwa bagian penjara tempat mereka ditahan dijuluki “bagian zombie” karena kudis merusak penampilan fisik para tahanan.
Kasus ini terjadi pada anak laki-laki berusia 15 tahun bernama Iyad dari Kamp Pengungsi Shuafat di Yerusalem Timur.
Iyad dilaporkan mengalami kondisi kesehatan buruk setelah terinfeksi kudis selama penahanan.
Ia adalah salah satu dari banyak anak Palestina yang ditahan oleh Israel.
Menurut laporan, Israel telah menyebarkan kudis di kalangan tahanan anak-anak akibat kondisi penjara yang penuh sesak, kurangnya fasilitas kebersihan, serta terbatasnya akses terhadap sabun dan disinfektan.
Penahanan Massal dan Kondisi yang Memprihatinkan
Sejak serangan besar-besaran Israel terhadap Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, lebih dari 11.300 warga Palestina dari Tepi Barat dan Yerusalem telah ditangkap dan ditahan di berbagai penjara Israel.
Banyak dari mereka mengalami kekerasan selama penahanan, termasuk minimnya akses terhadap perawatan kesehatan yang memadai.
Otoritas penjara juga dituduh mengabaikan hak-hak dasar tahanan terhadap fasilitas kebersihan, yang menyebabkan penyebaran penyakit, termasuk kudis.
Laporan dari Palestinian Prisoners’ Affairs Commission pada Juni 2023 juga mengungkapkan bahwa anak-anak tahanan Palestina kerap menghadapi kondisi sangat buruk di penjara Israel.
Mereka ditahan di ruangan penuh sesak dengan akses mandi terbatas, pakaian minim, serta kurangnya sabun dan disinfektan.
Kejahatan Perang dan Pelanggaran Hukum Internasional
Perlakuan Israel terhadap tahanan Palestina, terutama penggunaan penyakit kudis sebagai alat penyiksaan, dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Pada 19 Juli 2023, Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) menegaskan bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina adalah ilegal dan harus diakhiri.
Namun, meski keputusan tersebut jelas, Israel terus melakukan pelanggaran HAM di wilayah Palestina, termasuk tindakan yang dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Perlakuan terhadap tahanan Palestina, termasuk anak-anak, di penjara-penjara Israel menunjukkan eskalasi pelanggaran terhadap hukum dan kriminal internasional.
Penyiksaan dengan menggunakan penyakit kudis sebagai metode dianggap sebagai bagian dari kejahatan perang yang memerlukan perhatian internasional.
Meningkatnya Kekerasan di Tepi Barat
Sejak agresi Israel di Gaza dimulai, ketegangan di Tepi Barat semakin meningkat.
Kekerasan oleh pasukan pendudukan Israel telah menewaskan setidaknya 756 warga Palestina di Tepi Barat dan melukai lebih dari 6.250 orang lainnya.
Kondisi ini memperburuk situasi keamanan dan kemanusiaan, dengan semakin banyak warga Palestina ditahan dan disiksa di penjara Israel.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
