Internasional
China Buat Terobosan Baru dengan Meluncurkan Vaksin HPV 9-Valen Lokal Pertama
Cecolin 9, vaksin HPV 9-valen lokal pertama di China, capai efikasi hingga 100% terhadap infeksi serviks.
MPN Indonesia 6 Juni 2025 - China secara resmi menyetujui vaksin human papillomavirus (HPV) 9-valen buatan lokal pada Kamis (29/5), menandai tonggak baru dalam upaya negara tersebut menangani kanker serviks.
Berdasarkan laporan yang diterima MPN Indonesia dari Xinhua News, persetujuan ini diberikan oleh Administrasi Produk Medis Nasional China (National Medical Products Administration), menjadikan China sebagai negara kedua di dunia setelah Amerika Serikat yang mampu memproduksi vaksin HPV bervalensi tinggi secara mandiri.
Vaksin ini, bernama Cecolin 9, dikembangkan melalui kolaborasi antara Laboratorium Biomedis Xiang An, Universitas Xiamen, dan Wantai BioPharm.
Cecolin 9 merupakan vaksin human papillomavirus lokal pertama yang mencakup sembilan tipe HPV, dan diklaim memberikan perlindungan lebih dari 98 persen terhadap infeksi persisten selama lebih dari 12 bulan, serta perlindungan 100 persen terhadap infeksi serviks.
Uji klinis vaksin ini telah dilaksanakan sejak 2019, melibatkan lebih dari 11.000 sukarelawan sehat berusia 9–45 tahun dari berbagai wilayah di China.
Hasilnya menunjukkan efikasi tinggi terhadap HPV tipe 16 dan 18, serta lima tipe lainnya: 31, 33, 45, 52, dan 58.
Untuk anak perempuan berusia 9–17 tahun, hanya dua dosis saja sudah cukup untuk menghasilkan respons imun yang sebanding dengan respons imun pada perempuan berusia 18–26 tahun yang menerima tiga dosis.
Detail Pengembangan dan Efikasi Vaksin Cecolin 9
Vaksin Cecolin 9 menjadi kelanjutan dari pengembangan vaksin HPV 2-valen buatan dalam negeri yang telah diluncurkan China pada 2019.
Vaksin 2-valen tersebut mendapat prakualifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2021 dan kini telah dipasarkan di 21 negara.
Pencapaian ini menandai kemajuan signifikan dalam kemampuan teknologi vaksinasi domestik China.
Studi komparatif juga menunjukkan bahwa respons imun yang dihasilkan Cecolin 9 sebanding dengan vaksin HPV internasional selama sedikitnya 30 bulan setelah imunisasi penuh.
Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Infectious Diseases, memperkuat dasar ilmiah penggunaan vaksin ini secara luas.
Di tengah upaya global untuk mengurangi prevalensi kanker serviks, China menetapkan strategi vaksinasi nasional.
Pada 2024, sekitar 40 persen anak perempuan berusia 13–14 tahun di negara itu menerima vaksinasi HPV secara gratis, menurut Komisi Kesehatan Nasional China.
Kanker serviks sendiri merupakan jenis kanker keempat paling umum di kalangan wanita secara global pada 2022, berdasarkan data WHO.
Dengan disetujuinya vaksin Cecolin 9, China meningkatkan ketersediaan vaksin human papillomavirus untuk berbagai kelompok usia.
Terutama bagi remaja putri berusia 15–17 tahun, vaksin dua dosis menjadi satu-satunya opsi yang tersedia saat ini di negara tersebut, mendukung target perlindungan dini terhadap HPV.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
