Connect with us

Internasional

Donald Trump Umumkan Rusia dan Ukraina Gencatan Senjata Tiga Hari

Rusia dan Ukraina sepakat menghentikan aktivitas militer pada 9-11 Mei 2026 setelah mediasi Presiden AS Donald Trump.

Logompn

Published

on

Donald Trump Umumkan Rusia dan Ukraina Gencatan Tiga Hari
Donald Trump Umumkan Rusia dan Ukraina Gencatan Tiga Hari. Gambar: Kolase Al Jazeera / Instagram/@realdonaldtrump / ICIJ

MPN Indonesia 10 Mei 2026 - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya gencatan senjata selama tiga hari antara Rusia dan Ukraina.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Truth Social miliknya pada Jumat (8/5).

Kesepakatan itu mencakup penghentian seluruh aktivitas militer serta pertukaran tahanan sebanyak 1.000 orang dari masing-masing pihak sebagai bagian dari upaya diplomatik Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik internasional tersebut.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa akan ada gencatan senjata tiga hari (9, 10, dan 11 Mei) dalam perang antara Rusia dan Ukraina,” tulis Trump, dikutip MPN Indonesia melalui akun Truth Social @realdonaldtrump pada Minggu (10/5).

“Permintaan ini diajukan langsung oleh saya,” tegasnya seraya menyampaikan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah menyetujui kesepakatan tersebut.

Trump menyatakan penghentian sementara permusuhan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penyelesaian perang.

“Semoga ini adalah awal dari akhir sebuah perang yang sangat panjang, mematikan, dan sengit,” tambahnya.

Rincian Kesepakatan dan Proses Mediasi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa gencatan senjata tiga hari tersebut telah disepakati sebagai bagian dari mediasi Amerika Serikat.

“Kami telah menerima kesepakatan Rusia untuk melakukan pertukaran tahanan dengan format 1.000 banding 1.000. Rezim gencatan senjata juga harus ditegakkan pada 9, 10, dan 11 Mei,” kata Zelenskyy, dikutip MPN Indonesia melalui akun X @ZelenskyyUa.

Zelenskyy menyatakan keputusan Ukraina turut dipengaruhi oleh prospek pembebasan tawanan perang.

“Lapangan Merah kurang penting bagi kami dibandingkan nyawa tawanan perang Ukraina yang dapat dipulangkan,” tulisnya.

“Kami mengandalkan Amerika Serikat untuk memastikan bahwa Rusia memenuhi komitmennya,” ujarnya.

Baca Juga:  AS Berencana Cetak Uang Kertas 250 Dolar Gambar Donald Trump

Dari pihak Rusia, Asisten Presiden Vladimir Putin, Yuri Ushakov, menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut tercapai melalui komunikasi dengan pemerintahan AS.

“Kesepakatan mengenai masalah ini tercapai selama kontak telepon kami dengan pemerintahan AS. Sebagai balasannya, perwakilan AS telah menghubungi Kyiv,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia melalui Al Jazeera.

Ushakov menambahkan bahwa percakapan antara Putin dan Trump juga membahas kemungkinan gencatan senjata saat perayaan Hari Kemenangan.

Hari Sabtu (9/5) bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan di Rusia, yang memperingati kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Sebelumnya, Rusia telah mengumumkan gencatan senjata sepihak selama dua hari untuk memperingati momen tersebut.

Ukraina sebelumnya juga pernah menawarkan gencatan senjata, namun menurut pernyataan sebelumnya, tawaran itu diabaikan oleh Moskow.

Presiden Donald Trump kembali menegaskan bahwa dirinya secara langsung mengajukan permintaan penghentian sementara konflik kepada kedua pemimpin negara tersebut.

“Saya bertanya dan Presiden Putin setuju. Presiden Zelenskyy setuju,” kata Trump.

“Dan kita punya sedikit waktu di mana mereka tidak akan membunuh orang. Itu sangat bagus,” imbuhnya.

Trump juga menyatakan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri perang terus berlangsung.

Latar Belakang Perundingan dan Dinamika Konflik

Upaya penghentian perang Rusia dan Ukraina telah menjadi bagian dari agenda utama Donald Trump sejak kampanye Pemilihan Presiden AS 2024.

Ia sebelumnya menyatakan dapat mengakhiri konflik dalam waktu 24 jam setelah kembali menjabat.

Namun, perundingan damai masih menghadapi hambatan.

Salah satu kendala utama dalam negosiasi adalah wilayah Donetsk di Ukraina timur, yang sekitar tiga perempatnya dikuasai Rusia.

Moskow menuntut agar Kyiv menarik pasukannya dari wilayah yang belum direbut sepenuhnya oleh pasukan Rusia.

Ukraina menolak tuntutan tersebut dan menegaskan tidak akan menyerahkan wilayah yang masih berada di bawah kendalinya.

Baca Juga:  Momen Prabowo Hadiri Jamuan Makan Siang bersama Putin jelang EEF ke-11

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya menyampaikan bahwa upaya mediasi belum menghasilkan perkembangan signifikan.

“Meskipun kami siap memainkan peran apa pun yang kami bisa untuk membawa masalah ini ke penyelesaian diplomatik yang damai, saat ini upaya tersebut belum menghasilkan kemajuan berarti,” kata Rubio di akhir kunjungannya ke Roma dan Vatikan.

Pengumuman gencatan senjata selama tiga hari oleh Donald Trump menjadi perkembangan terbaru dalam rangkaian diplomasi yang melibatkan Rusia dan Ukraina dalam konflik internasional tersebut.

Kesepakatan ini mencakup penghentian aktivitas militer dan pertukaran tahanan 1.000 banding 1.000 pada 9, 10, dan 11 Mei.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending