Connect with us

Internasional

Dampak Tarif Trump, Apple Genjot Produksi iPhone di India untuk Pasar AS

Apple tingkatkan ekspor iPhone dari India ke Amerika Serikat guna hindari lonjakan tarif impor era Donald Trump.

Logompn

Published

on

Dampak tarif trump, apple genjot produksi iphone di india untuk pasar as
Untuk hadapi lonjakan tarif impor Amerika Serikat, Apple genjot produksi iPhone di India. Gambar : REUTERS/Manuel Orbegozo

MPN Indonesia 10 April 2025 - Apple Inc. akan meningkatkan volume ekspor iPhone dari India ke Amerika Serikat untuk mengurangi dampak dari kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada bulan ini. 

Langkah ini diambil untuk meminimalisir beban biaya akibat lonjakan tarif impor dari beberapa negara, termasuk China, Vietnam, dan Thailand.

Strategi Apple Menghadapi Kenaikan Tarif Impor

Tarif impor yang dikenakan untuk barang-barang dari China mencapai 54%, Vietnam 46%, dan Thailand 36%, membuat India menjadi pilihan strategis bagi Apple. 

Meski tarif barang dari India dikenakan sebesar 26%, angka tersebut dinilai lebih menguntungkan dibandingkan tarif dari negara lain yang sebelumnya menjadi basis produksi utama.

Apple memutuskan untuk tidak mengubah secara signifikan struktur rantai pasokannya karena ketidakpastian situasi tarif di Amerika Serikat. 

Sebagai solusi jangka pendek, perusahaan teknologi tersebut memilih untuk mengalihkan sebagian besar produksi iPhone dari India ke pasar AS guna mengurangi ketergantungan pada pasokan dari China.

Peningkatan Produksi iPhone di India

Apple telah meningkatkan kapasitas produksinya di India selama beberapa tahun terakhir. Tahun ini, perusahaan tersebut menargetkan produksi sebanyak 25 juta unit iPhone di negara tersebut. 

Melalui peningkatan ini, Apple diperkirakan dapat memenuhi sekitar 50% permintaan iPhone di pasar Amerika Serikat pada tahun 2025.

Langkah tersebut dilakukan di tengah upaya Apple untuk mendapatkan kembali pengecualian tarif yang sebelumnya berhasil diperoleh oleh CEO Tim Cook selama masa jabatan pertama Donald Trump. Namun, hingga saat ini, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Baca Juga:  Pemerintah Indonesia Minta AS, Iran, dan Israel Hentikan Serangan

Dampak Tarif pada Harga dan Biaya Produksi

Peningkatan tarif impor dari China diperkirakan akan berdampak langsung terhadap harga komponen yang digunakan dalam pembuatan iPhone. 

Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia dari laporan dari The Wall Street Journal pada Kamis (10/4), harga iPhone 16 Pro yang sebelumnya dipasarkan dengan harga USD 580 dapat melonjak menjadi USD 850 akibat penerapan tarif Donald Trump.

Selain itu, Donald Trump juga mengancam akan menaikkan tarif lebih lanjut jika China tidak mencabut kebijakan tarif resiprokal sebesar 34% yang diumumkan pada Jumat sebelumnya. Dalam pernyataannya, Donald Trump mendorong perusahaan seperti Apple untuk memproduksi perangkat mereka di dalam negeri. 

Namun, tantangan dalam hal ketersediaan tenaga kerja terampil di Amerika Serikat menjadi kendala utama bagi Apple untuk memindahkan proses fabrikasi tingkat lanjut ke AS.

Alternatif Strategi Apple dalam Menanggapi Tarif

Di tengah kebijakan tarif ini, Apple juga mempertimbangkan beberapa strategi lain, termasuk negosiasi harga dengan pemasok untuk menekan biaya dan menyerap sebagian beban tarif tersebut. 

Meski demikian, opsi peningkatan harga produk kepada konsumen masih menjadi kemungkinan yang besar di masa mendatang.

Selain iPhone, Apple telah mengumumkan rencana investasi sebesar USD 500 miliar untuk pengembangan manufaktur di Amerika Serikat. Investasi ini akan difokuskan pada produk dengan permintaan lebih rendah, seperti server Apple Intelligence.

(ADN/NID/RAD)

Trending