Internasional
Demo “GenZ 212” di Maroko Berujung Ricuh, 3 Orang Tewas usai Bentrok dengan Aparat
Demonstrasi di Maroko menewaskan tiga orang usai bentrok dengan aparat.
MPN Indonesia 5 Oktober 2025 - Setidaknya tiga orang tewas dalam demonstrasi yang berlangsung di Maroko sejak Rabu (1/10), ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan ke arah massa.
Insiden ini terjadi di Leqliaa, sebuah kota kecil di luar Agadir, Maroko bagian selatan.
Ketiga korban dilaporkan tewas setelah diduga mencoba merebut senjata dari aparat keamanan.
Demonstrasi dan aksi massa ini dipicu oleh tuduhan korupsi serta keputusan anggaran publik yang dianggap merugikan masyarakat.
Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, aksi massa ini dipelopori oleh kelompok pemuda bernama “GenZ 212”, yang mengorganisir gerakan melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Discord.
Protes telah memasuki malam keenam dengan eskalasi kerusuhan di berbagai wilayah di negara tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Maroko mengklaim bahwa ketiga korban tewas ditembak karena mencoba merebut senjata polisi.
Namun, hingga saat ini belum ada saksi yang dapat mengonfirmasi klaim tersebut.
Selain korban tewas, ratusan orang dilaporkan luka-luka, dan sebanyak 1.000 orang telah ditangkap selama aksi demonstrasi ini.
Singgung Proyek Besar Jelang Piala Dunia 2030
Para demonstran meneriakkan slogan yang menentang korupsi, menuntut keadilan sosial, kebebasan, serta perbaikan dalam sistem pendidikan dan layanan kesehatan.
Dalam orasi dan poster mereka, para pengunjuk rasa mengkritik proyek investasi besar-besaran menjelang Piala Dunia 2030.
Salah satu poster demonstran menyuarakan:
“Stadion sudah ada, tapi di mana rumah sakitnya?” tulis salah satu poster demonstran, dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera.
Sementara itu, fasilitas sekolah dan rumah sakit disebut masih kekurangan dana dan dalam kondisi yang memprihatinkan.
Kelompok GenZ 212 menyatakan tetap berkomitmen pada aksi damai dan menegaskan bahwa mereka tidak bermusuhan dengan pasukan keamanan.
“Kami juga menolak kekerasan dan berkomitmen untuk melanjutkan protes damai. Kami tidak mempunyai argumen dengan pasukan keamanan, hanya dengan pemerintah,” demikian pernyataan mereka.
PM Maroko Terbuka untuk Berdialog dengan Massa
Perdana Menteri Maroko, Aziz Akhannouch, menyampaikan pada Kamis (2/10) bahwa dirinya terbuka untuk berdialog guna mengakhiri protes.
Meski demikian, pasukan keamanan tetap bersiaga menghadapi demonstrasi yang terus berlanjut.
Meskipun jumlah massa tidak besar, intensitas kerusuhan menjadikan aksi ini sebagai yang paling keras sejak demonstrasi besar di wilayah Rif pada 2016–2017. Saat itu, terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan yang juga menyoroti ketimpangan ekonomi di wilayah utara negara tersebut.
Situasi ini mencuat menjelang Maroko menjadi tuan rumah Piala Afrika akhir 2025 dan menjelang pemilu legislatif tahun 2026.
Tekanan terhadap pemerintah semakin besar di tengah kesenjangan ekonomi yang masih menganga dan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap distribusi anggaran negara.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
