Internasional
Greta Thunberg Dipaksa Cium Bendera Israel saat Ditahan
Greta Thunberg disebut mengalami perlakuan tidak manusiawi oleh tentara Israel saat ditahan usai Global Sumud Flotilla dicegat oleh pasukan angkatan laut Israel dalam perjalanannya menuju Jalur Gaza, Palestina.
MPN Indonesia 6 Oktober 2025 - Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg disebut mengalami perlakuan tidak manusiawi oleh tentara Israel saat ditahan usai Global Sumud Flotilla (GSF) dicegat oleh pasukan angkatan laut Israel dalam perjalanannya menuju Jalur Gaza, Palestina.
Menurut sejumlah kesaksian dari aktivis dan jurnalis internasional yang ikut dalam armada tersebut, Thunberg diseret di tanah dan dipaksa mencium bendera Israel oleh tentara yang menahannya.
Hal ini diungkap oleh jurnalis Turki sekaligus saksi, Ersin Celik menyatakan kepada media lokal bahwa dirinya menyaksikan langsung penyiksaan tersebut.
“Saya melihat pasukan Israel menyiksa Greta Thunberg. Dia diseret di tanah dan dipaksa mencium bendera Israel,” kata Celik dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera pada Senin (6/10).
Selain itu, aktivis Malaysia Hazwani Helmi dan peserta asal Amerika Serikat, Windfield Beaver menuturkan bahwa Thunberg diperlakukan secara kasar dan dijadikan alat propaganda.
“Itu bencana. Mereka memperlakukan kami seperti binatang,” ujar Helmi di Bandara Istanbul.
Beaver menambahkan bahwa Thunberg didorong masuk ke sebuah ruangan bersamaan dengan masuknya Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir.
Tahanan Dibiarkan Kelaparan hingga Minum Air dari Toilet
Beberapa peserta armada GSF memberikan kesaksian serupa mengenai perlakuan terhadap Thunberg dan para tahanan lainnya.
Jurnalis Italia, Lorenzo Agostino menyebut Thunberg sebagai sosok berani yang dihina, dililit dengan bendera Israel, dan dipertontonkan layaknya sebuah trofi.
Presenter televisi Turki, Ikbal Gurpinar, juga menggambarkan kondisi penahanan sangat buruk. Para tahanan dibiarkan kelaparan selama berhari-hari dan tidak diberikan air.
“Mereka memperlakukan kami seperti anjing. Mereka membiarkan kami kelaparan selama tiga hari. Mereka tidak memberi kami air; kami terpaksa minum dari toilet… Hari itu sangat panas, dan kami semua hampir terbakar,” ujarnya.
Aktivis Turki, Aycin Kantoglu juga menggambarkan kondisi penjara yang tidak layak, termasuk tembok yang berlumuran darah dan coretan pesan dari para tahanan sebelumnya.
“Kami melihat para ibu menuliskan nama anak-anak mereka di dinding. Kami benar-benar merasakan sedikit dari apa yang dialami warga Palestina,” katanya.
Pemerintah Israel Bantah Isu Tahanan yang Tak Diberi Makan
Organisasi HAM Israel, Adalah, yang memberikan bantuan hukum kepada para tahanan, juga menyebutkan bahwa para aktivis dipaksa berlutut dengan tangan diborgol selama berjam-jam, tidak diberikan obat-obatan, dan dilarang mengakses pengacara.
Namun, klaim ini dibantah oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel yang menyatakan bahwa para tahanan diberi makan, minum, dan dipenuhi hak-hak hukumnya.
“Semua klaim adalah sepenuhnya bohong. Tentu saja semua tahanan diberikan akses ke air, makanan, toilet, dan hak hukum mereka sepenuhnya dijamin,” katanya kepada Reuters.
Penahanan terhadap lebih dari 450 orang dalam sekitar 40 kapal bantuan yang dicegat Israel ini juga menuai kecaman internasional.
Kritikus menyebut tindakan tersebut menunjukkan ketidakabsahan blokade Israel terhadap Gaza, karena GSF merupakan bagian dari upaya internasional terbaru untuk menyalurkan bantuan ke Palestina dan menembus pengepungan Israel.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
