Internasional
Donald Trump Tolak Sedotan Kertas, Minta Penggunaan Sedotan Plastik Diterapkan Lagi
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menandatangani perintah eksekutif yang membatalkan larangan penggunaan sedotan plastik di lingkungan pemerintahan federal.
MPN Indonesia 11 Februari 2025 - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan akan menandatangani perintah eksekutif untuk mengembalikan penggunaan sedotan plastik di lingkungan pemerintahan federal.
Keputusan ini membatalkan kebijakan yang sebelumnya diterapkan oleh pemerintahan Joe Biden, yang mendorong penggunaan sedotan kertas sebagai alternatif ramah lingkungan.
Dalam unggahan di platform X pada (8/2), Trump menegaskan akan mengakhiri larangan terhadap sedotan plastik.
“Saya akan menandatangani perintah eksekutif pekan depan, mengakhiri dorongan konyol dari Biden untuk menggunakan sedotan kertas yang tidak ada gunanya. KEMBALI KE PLASTIK,” tulis Trump mengutip dari USA Today.
Kebijakan Lingkungan Biden dan Larangan Plastik Sekali Pakai
Di bawah pemerintahan Biden, pemerintah federal AS mengambil langkah-langkah untuk mengurangi polusi plastik.
Pada 2022, Departemen Dalam Negeri AS mengeluarkan kebijakan yang melarang penggunaan plastik sekali pakai, termasuk sedotan plastik, wadah makanan, botol plastik, dan produk serupa di lahan federal, termasuk taman nasional.
Kebijakan ini bertujuan untuk mencapai pemerintahan bebas plastik sekali pakai pada 2035.
Pemerintahan Biden menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengakhiri polusi plastik pada 2040.
Material plastik dianggap berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat karena membutuhkan waktu lama untuk terurai serta berpotensi membahayakan satwa liar.
Beberapa negara bagian di AS telah lebih dulu menerapkan larangan serupa.
California menjadi yang pertama melarang sedotan plastik pada 2019, disusul New York, Washington DC, dan Colorado.
Sedotan Plastik dalam Politik AS
Keputusan Trump untuk mengembalikan penggunaan sedotan plastik bukan pertama kalinya menjadi bagian dari wacana politiknya.
Pada Pilpres AS 2019, tim kampanyenya bahkan menjual sedotan plastik seharga $15 per 10 batang sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan lingkungan yang dianggap membatasi kebebasan konsumen.
Manajer kampanye Trump saat itu, Brad Parscale, sempat mencuit slogan “Making straws great again” sebagai sindiran terhadap regulasi larangan plastik sekali pakai.
Trump dan Partai Republik kerap menggunakan isu ini untuk mengkritik regulasi lingkungan yang didukung Partai Demokrat.
Menjelang pemilihan presiden berikutnya, Trump kembali mengangkat isu sedotan plastik sebagai bagian dari narasi kebijakannya.
Meski penggunaan plastik masih menjadi perdebatan, keputusan ini mencerminkan sikap Trump yang menolak regulasi lingkungan yang dianggap berlebihan.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
